Loading...
DUNIA
Penulis: Eben E. Siadari 17:45 WIB | Senin, 21 Maret 2016

Negara-negara Afrika Minta Bantuan Israel Perangi Teroris Islamis

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan Presiden Kenya Uhuru Kenyatta menandatangani kesepakatan bersama di Yerusalem, 23 Februari 2016 (Foto: Ohad Zwigenberg/harmodia.com)

NAIROBI, SATUHARAPAN.COM - Enam negara di Afrika Timur meminta bantuan Israel untuk memerangi teroris jihadis Islamis di kawasan itu.

Sumber eksklusif Debkafile, sebuah situs berita intelijen, mengatakan hal itu merupakan bagian dari pembicaraan Presiden Kenya, Uhuru Kenyatta, ketika bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Yerusalem pada minggu ketiga Februari.

Kenya dan Israel selama ini sudah memiliki hubungan militer dan intelijen yang erat. Dalam pertemuan itu, Kenyatta mengusulkan perluasan kerjasama dengan Israel. Tujuannya untuk membentuk aliansi baru yang lebih besar, terdiri dari Israel dan enam negara Afrika Timur lainnya, untuk meluncurkan pembersihan jihadis Islamis seperti ISIS, Al Qaeda dan afiliasinya,  Al Shabaab dari Somalia.

Kenyatta mengatakan ia telah diberi amanat dalam misinya ke Yerusalem oleh Etiopia, Tanzania, Uganda, Rwanda dan Sudan Selatan. Enam pemerintahan itu meyakini bantuan Israel sebagai anggota Intergovernmental Authority on Development (IGAD) akan mampu meningkatkan peran kerjasama itu dari  yang biasanya hanya berkaitan dengan kekeringan dan pengembangan bisnis, menjadi pedang multilateral melawan teror Islam.

Diharapkan, Israel akan berusaha untuk membenahi angkatan bersenjata negara-negara anggota, termasuk kemampuan intelijen dan badan-badan anti-teror, sehingga dapat menyesuaikan diri dengan sistem senjata dan peralatan elektronik canggih yang dibutuhkan untuk membasmi terorisme.

Kenyatta menekankan bahwa enam negara anggota IGAD menoleh ke Israel setelah khawatir atas nasib Nigeria. Kegagalan negara itu menghadapi Islamis Boko Haram telah membuat perekonomian Nigeria yang kaya minyak rontok. Sampai-sampai Nigeria mendevaluasi mata uangnya, Naira, 50 persen belum lama ini.

Sumber Debka Weekly menambahkan, setelah bertahun-tahun melakukan kerjasama militer dan intelijen, tentara Kenya kini menerima pelatihan dari instruktur militer Israel mengenai taktik untuk melawan Al Shabab di Somalia. Kenya juga menerima pasokan senjata Israel yang disesuaikan untuk melawan teror. Tentara Israel dan Kenya menempatkan pemimpin mereka bersama-sama pada perencanaan operasi militer Kenya di Somalia.

Pada hari Sabtu lalu (19/3) pasukan tentara Kenya menewaskan 21 teroris Al Shabaab setelah dua tentara Kenya tewas dalam penyergapan Shabaab di Somalia selatan.

Tahun lalu, lembaga kontraterorisme dan intelijen Israel mendirikan pusat komando khusus di kota pelabuhan Mombasa, Kenya, untuk memimpin operasi terhadap sel-sel Al Qaeda  di timur dan selatan Kenya. Ketika mereka bertemu di Yerusalem, Kenyatta mengucapkan terima kasih kepada Netanyahu atas bantuan Israel itu.

Kenyatta menjelaskan Israel menjadi mitra pilihan enam pemerintah 'untuk memerangi teror, setelah Amerika Serikat terbukti acuh tak acuh terhadap keprihatinan Afrika Timur dan membatasi kontribusinya terhadap perang melawan teror.

Meskipun serangan pesawat tak berawak AS pada 7 Maret melenyapkan 150 teroris Islamis di Somalia, presiden Kenya mengatakan bahwa pasukan AS jarang muncul dari markas angkatan laut mereka di Camp Lemonnier di Djibouti untuk menghadapi Al Shabaab.

Sementara itu, upaya Tiongkok untuk melangkah mengisi kekekosongan pasukan anti-teror yang ditinggalkan oleh pemerintahan Obama ditolak oleh Afrika Timur.

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home