Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 14:08 WIB | Kamis, 15 Oktober 2015

Operasi Gabungan Terus Padamkan Api

Ilustrasi: Tim gabungan Indonesia, Singapura, dan Malaysia berkoordinasi dalam rangka operasi gabungan untuk melakukan pemboman air dari udara di daerah Air Sugihan, Cengal dan Indralaya Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. (Foto: bnpb.go.id)

PALEMBANG, SATUHARAPAN.COM  - Operasi gabungan dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura, terus melakukan pengeboman air dari udara di daerah Air Sugihan, Cengal, dan Indralaya Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Sepuluh helikopter dan pesawat dikerahkan untuk melakukan water bombing di daerah tersebut.

Enam helikopter dan dua pesawat Air Tractor dari Indonesia, melakukan water bombing sebanyak 149 kali di daerah Air Sugihan dan Pedamaran Timur.

Helikopter Chinook Singapura melakukan water bombing enam kali di Pedamaran, sedangkan pesawat Bombardier Malaysia melakukan water bombing 13 kali di Cengal.

Berdasarkan laporan, 85 persen kebakaran berhasil dipadamkan setelah dilakukan water bombing.

Hujan buatan juga terus dilakukan dengan menyemai awan potensial. Keringnya cuaca menyebabkan awan yang terbentuk mandul dan terbatas jumlahnya. Pada Senin (12/10) turun hujan di Air Sugihan pada pukul 14.00 WIB dan 20.00 WIB. Total 72,3 ton garam sudah ditaburkan di awan di daerah Sumsel sejak Agustus hingga sekarang.

Operasi udara ini diperkuat dengan tambahan satu unit pesawat Hercules L382G bomber dari Australia yang mampu membawa air 15.000 liter. Pesawat tersebut dijadwalkan beroperasi 13-20 Oktober 2015 di Sumsel.

Selain operasi udara, pemadaman di darat dilakukan oleh tim gabungan 3.694 personel dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, dan lainnya.

Pembangunan sekat kanal di Air Sugihan sudah mencapai 3,84 km dan saat ini sedang dinormalisasi.

Titik panas (hotspot) baru masih bermunculan. Tercatat ada 138 hotspot di Sumsel pada hari Senin (13/10) ini. Rawa gambut yang kering dan telanjur terbakar sulit dipadamkan karena daerah yang terbakar bukan hanya permukaan, namun hingga kedalaman 5 meter.

Kepala BNPB, Willem Rampangilei, masih terus memimpin komando penanganan bencana asap di Sumsel. Semua bantuan asing di bawah komando penuh Kepala BNPB. Setiap hari dilakukan briefing dan evaluasi dari aktivitas pemadaman api. (bnpb.go.id)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home