Loading...
DUNIA
Penulis: Prasasta Widiadi 07:08 WIB | Jumat, 06 November 2015

Pasukan Unifil Selamatkan Imigran Nyaris Tenggelam

Ilustrasi: Seorang pria dan putrinya menangis begitu mencapai daratan bersama pengungsi dan imigran lainnya yang tiba di Pulau Lesbos, Yunani, pada 14 Oktober 2015, setelah mengarungi Laut Aegea dari Turki. Bulgaria, Rumania, dan Serbia, pada Sabtu berjanji akan menutup perbatasan mereka untuk membendung aliran imigran dari Yunani dan Turki jika Jerman dan negara-negara Uni Eropa lain menutup perbatasan mereka. (Foto: AFP/Aris Messinis).

BEIRUT, SATUHARAPAN.COM – Pasukan Angkatan Laut Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) berpartisipasi dalam operasi penyelamatan kapal di Laut Merah yang berisi imigran yang nyaris tenggelam dalam perjalanan mereka dari Lebanon ke Siprus. 

“UNIFIL segera mengirimkan pasukan angkatan laut, berkoordinasi dengan pemerintah Lebanon dan Siprus menyelamatkan semua penumpang dan mereka segera dibawa ke Larnaca (Siprus, Red),” kata juru bicara UNIFIL, Kamis (5/11).

Juru bicara mengatakan bahwa pihak berwenang Lebanon dan Siprus menghubungi UNIFIL Komandan Jenderal Luciano Portolano dan meminta bantuan dalam pencarian dan operasi penyelamatan di laut.

Para imigran ilegal meninggalkan pelabuhan utara kota Tripoli, Libya pada hari Jumat (29/10), tetapi mengirim sinyal bahaya distress panggilan mereka hadapi di laut pada Selasa (3/11) malam waktu setempat.

Menteri Pertahanan Siprus Christoforos Fokaides menyebut UNIFIL menyelamatkan 26 orang, terutama perempuan dan anak-anak, diyakini migran Suriah dan Lebanon dari tenggelamnya kapal,

Menurut badan pengungsi PBB, lebih dari 2.500 orang tewas ketika mencoba menyeberangi Mediterania pada tahun 2015, sebagian besar dari mereka pengungsi Suriah.

Pada akhir oktober 2015, tercatat Tiga imigran, terdiri atas dua anak-anak dan satu wanita, tenggelam ketika kapal yang mereka tumpangi terbalik di Pulau Lesbos, Yunani, pada hari Minggu (25/10). Ketiganya tewas, menurut keterangan penjaga pantai, ketika melakukan perjalanan bersama ribuan pengungsi yang melanda Eropa.

Sementara belasan orang lain, yang kebanyakan berasal dari Afganistan, masih dinyatakan hilang, setelah kapal mengalami kerusakan, bersama 60 penumpang yang tenggelam saat mengarumi lautan Turki, kata penjaga pantai Yunani.

Sebagian besar pengungsi yang menyeberangi Laut Aegea dari Turki ke Yunani, tidak dapat berenang. Mereka sering dibekali jaket pelampung dengan kualitas rendah. (xinhuanet.com/ AFP).

Ikuti berita kami di Facebook

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home