Loading...
RELIGI
Penulis: Sabar Subekti 19:06 WIB | Minggu, 25 Juli 2021

Paus Ajak Rayakan Hari “Kakek-Nenek”

Paus Ajak Rayakan Hari “Kakek-Nenek”
Paus Fransiskus melambaikan tangan dari jendela studionya yang menghadap Lapangan Santo Petrus untuk merayakan doa Angelus, di Vatikan, hari Minggu (25/7). (Foto-foto: AP/Riccardo De Luca)
Paus Ajak Rayakan Hari “Kakek-Nenek”
Orangt-orang di Lapangan Santo Petrus selama doa Angelus yang dirayakan oleh Paus Fransiskus, kanan atas, dari jendela studionya, di Vatikan, hari Minggu (25/7).

VATICAN CITY, SATUHARAPAN.COM-Paus Fransiskus merayakan Hari Pertama Gereja Katolik Roma untuk Kakek-nenek dan Lansia pada hari Minggu (25/7).

Paus Fransiskus meminta tepuk tangan meriah dari umat beriman di Lapangan Santo Petrus dan mendesak orang-orang di mana pun untuk menjangkau generasi yang lebih tua.

Fransiskus seharusnya memimpin misa perayaan untuk kakek-nenek di Katedral Santo Petrus pada hari sebelumnya, tetapi menyerahkan tugas itu kepada Uskup Agung Rino Fisichella, tiga pekan setelah Paus keluar dari rumah sakit setelah operasi usus besar.

“Kakek dan cucu, orang tua dan pemuda bersama-sama menunjukkan salah satu sisi indah Gereja, dan menunjukkan aliansi antar generasi,” kata Paus dalam sambutan spontan dari jendela yang menghadap Lapangan Santo Petrus.

“Untuk merayakan hari ini, saya mengundang perayaan di setiap komunitas dengan kunjungan ke kakek-nenek dan orang tua, mereka yang paling sendirian, untuk membawakan pesan saya, yang diilhami oleh Yesus: ‘Aku bersamamu setiap hari.’”

Dia mengatakan sama seperti orang tua membutuhkan orang muda, orang muda membutuhkan orang tua, “terutama dalam budaya membuang-buang ini.”

“Kakek-nenek memiliki “getah” sejarah, yang bangkit dan memberi kekuatan bagi pohon untuk tumbuh,” kata Paus.

Jika orang muda dan orang tua tidak bertemu dan berbicara, “sejarah tidak berjalan, hidup tidak berjalan. Kita perlu melanjutkan ini: Ini adalah tantangan bagi budaya kita. Kakek-nenek berhak bermimpi sambil mengawasi anak muda, dan anak muda berhak bicara kenabian dengan mengambil “getah” dari kakek-nenek,″ katanya.

Selama pemberkatan tradisional hari Minggu siang, Paus juga mengenang para korban banjir di China dan mempersembahkan berkatnya kepada Olimpiade Tokyo. (AP)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home