Loading...
RELIGI
Penulis: Sabar Subekti 05:42 WIB | Jumat, 25 Desember 2020

Paus Fransiskus Berjanji Kunjungi Sudan Selatan dan Lebanon

Paus Fransiskus mengadakan audiensi umum mingguan di Perpustakaan Istana Apostolik di Vatikan, pada hari Rabu (23/12/2020). (Foto: Vatican Media via Reuters)

VATIKAN, SATUHARAPAN.COM-Paus Fransiskus berjanji dalam pesan Natalnya pada hari Kamis (24/12) untuk mengunjungi Lebanon dan Sudan Selatan sesegera mungkin.

Paus biasanya menyebut negara-negara dalam pesan Hari Natalnya, tetapi dia memilih kedua negara itu dengan pesan Malam Natal, karena kesulitan yang dihadapi masing-masing negara tahun ini.

"Saya sangat prihatin melihat penderitaan dan kesedihan yang telah melemahkan ketahanan asli dan sumber daya Tanah Aras," kata Paus Fransiskus, merujuk pada Lebanon, yang sedang berjuang dengan krisis ekonomi yang mendalam dan akibat ledakan di pelabuhan Beirut pada 4 Agustus yang menewaskan sekitar 200 orang. Juga karena negara itu dilanda krisis politik berkepanjangan.

Para korban dan keluarga masih menunggu hasil penyelidikan atas ledakan yang merusak sebagian wilayah ibu kota itu.

Paus Fransiskus mengungkapkan "kasih sayang saya kepada orang-orang terkasih di Lebanon, yang ingin saya kunjungi secepatnya".

Dia mengatakan dia berharap negara bisa "berdiri sendiri dari konflik dan ketegangan regional". Dan dia juga akan mengunjungi Irak pada 5-8 Maret mendatang.

Dalam pesan terpisah yang ditulis bersama dengan Uskup Agung Canterbury, Justin Welby, yang merupakan pemimpin spiritual dari persekutuan Anglikan di seluruh dunia, dan moderator Church of Scotland, Martin Fair, tiga pemimpin gereja berkomitmen untuk melakukan perjalanan yang sebelumnya tertunda ke Sudan Selatan yang mayoritas Kristen "setelah segalanya kembali normal."

Pesan itu ditujukan kepada para pemimpin Sudan Selatan, mantan saingan yang membentuk pemerintah persatuan nasional pada bulan Februari setelah bertahun-tahun perang saudara melanda negara penghasil minyak namun miskin itu.

Sebuah laporan PBB mengatakan bulan ini bahwa penerapan berbagai aspek kesepakatan perdamaian telah terhenti di negara itu, di mana banjir pada bulan September membuat ratusan ribu orang mengungsi. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home