Loading...
FOTO
Penulis: Reporter Satuharapan 18:31 WIB | Minggu, 04 September 2016

Paus Fransiskus Menobatkan Bunda Teresa Sebagai Santa

Paus Fransiskus Menobatkan Bunda Teresa Sebagai Santa
Paus Fransiskus mencium altar menjelang Misa Kanonisasi Bunda Teresa, di Lapangan Santo Petrus di Vatikan, Minggu 4 September 2016. Paus Franciskus menobatkan Bunda Teresa sebagai orang suci, menghormati suster kecil yang melayani di dunia yang paling miskin menjadi ikon Gereja Katolik dalam melayani orang miskin dan yang jiwanya terluka. (Foto: AP/Alessandra Tarantino)
Paus Fransiskus Menobatkan Bunda Teresa Sebagai Santa
Foto besar Bunda Teresa tampak dipasang di depan tempat tinggal Bunda Teresa, yayasan Misionaris Cinta Kasih di Kalkuta India, Sabtu (3/9). (Foto: AP/Bernat Armangue)
Paus Fransiskus Menobatkan Bunda Teresa Sebagai Santa
Warga gereja berkumpul di makam Bunda Teresa di Kalkuta, India, Sabtu 3 September 2016. (Foto: AP/Bernat Armangue)
Paus Fransiskus Menobatkan Bunda Teresa Sebagai Santa
Biarawati berjalan di bawah gambar Bunda Teresa yang dipasang di depan yayasan Bunda Teresa, Misionaris Cinta Kasih di Kalkuta India, Sabtu (3/9). (Foto: AP/Bikas Das)
Paus Fransiskus Menobatkan Bunda Teresa Sebagai Santa
Ratu Sofia dari Spanyol mengikuti Misa Kanonisasi Bunda Teresa di Lapangan Santo Petrus, di Vatikan, Minggu, 4 September 2016. (Foto: AP/Gregorio Borgia)

VATIKAN, SATUHARAPAN.COM - Paus Franciskus menobatkan Bunda Teresa sebagai orang suci (santa) dalam sebuah misa kanonisasi, pada hari Minggu (4/9) di Vatikan, bertepatan dengan peringatan 19 tahun kematiannya di Kalkuta, India. 

Puluhan ribu peziarah memenuhi Lapangan Santo Petrus demi misa untuk menghormati mendiang suster kurus yang bekerja untuk kaum papa di perkampungan-perkampungan kumuh di kota di India yang kini disebut Kolkata dan menjadi salah satu wajah paling dikenal pada abad ke-20.

Menjadi biarawati sejak usia 16 tahun, penerima hadiah Nobel perdamaian, warisannya melengkapi visi Paus Fransiskus mengenai gereja yang rendah hati yang berusaha melayani kaum miskin dan perayaan untuk menghormatinya ditandai dengan Tahun Kasih Suci yang berlaku sampai 8 November.

Bunda Teresa yang lahir di Skopje Makedonia dari orang tua Albania adalah biarawati yang sangat tradisional. Dia mendedikasikan hidupnya untuk orang miskin di India. Dia pergi ke luar biara untuk membantu orang yang sekarat, melindungi tunawisma, melindungi penderita kusta, dan menyebar kasih kepada orang-orang yang terabaikan. Ia lakukan itu semua di lingkungan yang sebagian besar adalah non-Kristen.

Dalam hidupnya ia kombinasikan nilai Kristen tradisional yang melayani dengan total kepada orang miskin seperti dalam Matius 20:28, “Sama seperti Anak Manusia itu juga; Ia datang bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani, dan menyerahkan nyawa-Nya untuk membebaskan banyak orang.”

Penobatan biarawati yang lahir pada tahun 1910 dan meninggal tahun 1997 itu mengambil prosedur yang tidak biasa di Vatikan. Penobatannya berlangsung dalam waktu singkat. Popularitasnya yang tinggi semasa hidup dan bantuan dari orang-orang berpengaruh yang mengaguminya, menjadi faktor pendukung yang tidak mungkin diabaikan.

Proses beatifikasi terhadapnya berlangsung ketika sahabatnya masih menjabat paus, yaitu Paus Yohanes Paulus II. Beatifikasi merupakan tahapan awal menjadikan seseorang yang telah meninggal menjadi orang suci, baik Santo maupun Santa. (AFP/AP/Reuters)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home