Loading...
RELIGI
Penulis: Melki Pangaribuan 14:37 WIB | Jumat, 26 Juli 2013

PAUS Kritik Korupsi, Egositis dan Individualistis, Serta Serukan Budaya Solidaritas

Paus Fransiskus dalam kunjungannya ke daerah kumuh, yang dikenal sebagai Varghina favelas, pada Kamis (25/7). (Foto: abcnews)

RIO DE JANEIRO, SATUHARAPAN.COM - Paus Frasiskus mengkritik tajam terhadap "korupsi dan budaya mementingkan diri sendiri, serta individualistis," dan dia menyerukan budaya solidaritas "untuk mencapai keadilan sosial".

Seruan itu disampaikan Paus dalam pidatonya di kawasan "favelas" yang berarti kawasan kumuh, pada hari Kamis (25/7) kemarin di Rio Varghina, Brazil.

"Semua orang, menurut kesempatan dan tanggung jawabnya, harus mampu memberikan kontribusi pribadi untuk mengakhiri begitu banyak ketidakadilan sosial. Budaya mementingkan diri sendiri dan individualistiss yang sering berlaku dalam masyarakat kita bukanlah apa yang membangun dan mengarah kepada dunia yang lebih layak huni," kata Paus.seperti dikutip itus abcnews.

Paus Fransiskus dalam pidatonya mengucapkan terima kasih kepada warga setempat, dan berharap warga Brasil dapat "memberikan sebuah pelajaran berharga kepada dunia dalam hal solidaritas, sebuah kata yang terlalu sering dilupakan atau dibungkam, karena dianggap tidak nyaman."

Selanjutnya, Paus menyoroti audiens yang lebih luas. Dia mendesak kaum hartawan, pejabat publik dan "semua orang yang berkehendak baik dalam bekerja untuk mewujudkan keadilan sosial." Paus berharap kepada mereka supaya "tidak pernah bosan untuk bekerja bagi dunia yang lebih adil" dan kesetaraan yang lebih besar.

Singgung Aksi Protes Brasil

Dalam kesempatan yang sama, Paus menyinggung aksi protes anti-pemerintah di kota-kota Brazil sejak awal Juni 2013 ini. Paus mengatakan bahwa orang muda "memiliki kepekaan khusus terhadap ketidakadilan" dan "sering kecewa dengan sejumlah fakta tentang korupsi pada orang-orang yang menempatkan kepentingan sendiri sebelum mementingkan kebaikan bersama."

Paus mendesak mereka yang menentang ketidakadilan dan korupsi supaya tidak menyerah dalam keputusasaan. "Jangan kehilangan kepercayaan, jangan biarkan harapan Anda padam. Jangan terbiasa dengan kejahatan, tetapi mengalahkannya."

Paus Fransiskus menyarankan bahwa ia menghargai kebijakan anti-kemiskinan di bawah pemerintahan Presiden Brazil, Dilma Rousseff, dan pendahulunya, Luiz Inacio Lula da Silva, dan memuji "upaya masyarakat Brazil, termasuk mereka yang paling menderita dan paling membutuhkan, dengan bersama-sama berjuang melawan kelaparan dan kekurangan."

Pada hari itu, Paus menghadiri acara Hari Pemuda Se-Dunia ke-28 di Pantai Rio Copacabana, salah satu pantai terkenal di negeri itu. Orang-orang muda yang datang dari berbagai penjuru dunia, langsung menyambut dengan meriah kedatangan Paus Fransiskus yang menaiki mobil antipeluru "Popemobile" ke tepi pantai Copacabana sekitar pukul 17:45 waktu setempat.

Dalam kesempatan itu, Paus mengajak para orang muda untuk mengutamakan iman dalam menyelesaikan revolusi di dalam kehidupan orang beriman, dan membawa cara berpikir dan bertindak sejalan dengan Allah. "Iman menenggelamkan kita dalam kasih-Nya dan memberi kita keamanan, kekuatan, dan harapan," katanya dalam sambutan tersebut.

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home