Loading...
DUNIA
Penulis: Bayu Probo 15:36 WIB | Jumat, 12 September 2014

Penjaga Perdamaian PBB Asal Fiji Dibebaskan

Pasukan penjaga perdamaian PBB asal Fiji. (Foto: AFP)

NEW YORK, SATUHARAPAN.COM – Sekitar 45 penjaga perdamaian PBB yang diculik dua pekan lalu di Dataran Tinggi Golan pada Kamis (11/9) dibebaskan dan dalam kondisi baik, ungkap seorang juru bicara PBB.

Penjaga perdamaian asal Fiji itu bertugas di United Nations Disengagement Observer Force (UNDOF), yang mengawasi gencatan senjata pada 1974 antara Israel dan Suriah di Dataran Tinggi Golan.

“Hari ini pukul 14:30 waktu setempat, 45 penjaga perdamaian Fiji yang disandera diserahkan kepada UNDOF di Position 80,” kata juru bicara itu.

“Seluruh 45 penjaga perdamaian itu dalam kondisi baik,” ia menambahkan, seraya mengatakan bahwa mereka akan melakukan pemeriksaan medis.

Penjaga perdamaian itu ditangkap pada 28 Agustus oleh pejuang Al-Nusra yang menggempur perbatasan Dataran Tinggi Golan dan memaksa mereka untuk menyerahkan senjata.

Pemberontak Suriah juga menyandera kelompok penjaga perdamaian asal Filipina. Namun pasukan perdamaian Filipina menolak melucuti senjata dan berhasil meloloskan diri.

Al-Nusra Berjanji

Sebelumnya diberitakan Front Al-Nusra—afiliasi Al Qaeda Suriah—berjanji akan membebaskan 45 pasukan Penjaga Perdamaian PBB asal Fiji yang mereka culik setelah penangkapan di sebuah lintas perbatasan dengan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

Dalam sebuah video yang dirilis pada Rabu malam lewat medianya, kelompok tersebut mengatakan pihaknya sudah berkonsultasi dengan para pemuka agama dan mereka menyarankan “bahwa kami harus membebaskan para tahanan”.

Al-Nusra awalnya mengajukan beberapa syarat untuk membebaskan pasukan penjaga perdamaian itu termasuk pengiriman bantuan ke wilayah yang dikepung pemerintah Suriah, pembebasan para tahanan dan penghapusan grup tersebut dari daftar hitam teror PBB.

Seorang penjaga perdamaian asal Fiji, yang tidak menyebutkan namanya, juga berbicara dalam rekaman itu, membenarkan bahwa grup tersebut berjanji membebaskan para tentara.

“Hari Selasa, 9 September, saya ingin mengatakan kepada Anda bahwa ini merupakan hari yang menggembirakan,” ucap penjaga perdamaian itu dalam bahasa Inggris.

“Kami diberi tahu bahwa kami akan segera dibebaskan dan kami senang bisa pulang ke rumah.”

Penjaga perdamaian itu mengatakan semua tentara “selamat dan hidup” dan berterima kasih kepada Al-Nusra “karena membiarkan kami selamat dan hidup.”

Para penjaga keamanan, semua warga negara Fiji, disandera dua pekan lalu ketika pejuang Al-Nusra menyerbu wilayah perlintasan Suriah, Quneitra, yang mengarah ke Dataran Tinggi Golan yang dikuasai Israel. (AFP)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home