Loading...
DUNIA
Penulis: Reporter Satuharapan 21:35 WIB | Minggu, 05 Maret 2017

Perempuan Muslim Dipuji karena Menyelamatkan Anjing

Penyelamat menggunakan handuk setelah seekor anjing diambil dari selokan. (Foto: thestar.com.my)

ALOR GAJAH, SATUHARAPAN.COM - Seorang perempuan muslim di Kota Alor Gajah, Malaka, Malaysia mendapat pujian karena menyelamatkan seekor anjing yang ditabrak mobil, menurut media setempat.

Disebutkan dikenal namanya sebagai Ziezie, seorang perempuan berusia 44 tahun, mengatakan dia melihat mobil menabrak seekor anjing pada tengah malam sekitar pukul 01.00 hari Sabtu (4/3), saat dia keluar rumah mencari makan malam.

"Saat mobil menabrak anjing, itu terjadi di pinggir jalan tidak di tengah jalan," katanya, menambahkan bahwa ia pernah melihat anjing itu tiga atau empat hari sebelumnya sedang mengais-ngais mencari makanan untuk anaknya.

"Setelah ditabrak, anjing itu menyeret badannya keluar dari bawah mobil sambil mendengking kesakitan. Mendengar itu membuat saya ingin menangis. Dengkingannya terdengar sangat menyedihkan, seolah-olah anjing itu minta tolong. Malam itu aku tidak bisa tidur memikirkan bagaimana cara menolongnya," kata Ziezie pada media Malaysia, The Star.

Esok paginya, Ziezie kembali ke tempat di mana anjing itu tertabrak lalu melihatnya tergeletak di tanah tak bergerak bersama anak anjing di sampingnya.

"Anak anjing itu menangis karena ibunya. Aku juga menangis. Aku bilang ke anjing, 'tolong tunggu, tunggu," katanya.

Sore harinya, Ziezie mengajak tiga temannya, Hidayah, Syafiq, dan Syikin, yang sudah berpengalaman menyelamatkan hewan untuk mencari dan apa yang bisa mereka lakukan pada anjing itu.

"Kami menemukannya di dalam selokan. Mungkin dia menyeret badannya menghindari sinar matahari, dan jatuh ke dalam saluran pembuangan dan tidak bisa kemana mana," kata dia.

"Kami sudah membawa sarung tangan dan handuk supaya anjing tidak menggigit tapi handuk itu terlalu kecil. Saat kami mengenakan sarung tangan, anjing menjadi ketakutan dan agresif. Mungkin karena merasa terancam dan rasa sakit," katanya.

"Jadi kita lepas sarung tangan dan dengan lembut mengelus anjing itu supaya tenang," kata Ziezie.

Mereka berempat harus merangkak di selokan sekitar satu setengah jam mencari dan mengeluarkan anjing itu.

Sayangnya, anak anjing satu-satunya masih belum mereka temukan.

"Kami tidak menemukannya kemarin. Kami akan mencarinya lagi hari ini. Jika kita menemukannya, kita akan kumpulkan kembali dengan ibunya. Kami merasa kasihan pada sang induk. Melihat usianya anak anjing itu belum bisa mencari makanan sendiri," katanya.

Anjing itu lalu mereka bawa ke Klinik Hewan Maju di Malaka untuk dirawat.

"Alhamdulillah, dia tidak lagi ketakutan dan dalam kondisi stabil. Anjing itu akan dioperasi besok Selasa. Muka dia baik sangat," katanya.

Ziezie mengatakan ia menerima banyak dukungan atas aksinya itu. Tetapi ada juga yang mengutuk karena memegang anjing adalah haram.

Meskipun banyak ulama muslim melarang menyentuh anjing, terutama anjing basah, melakukannya untuk menyelamatkan kehidupan diperbolehkan dengan menjalankan proses penyucian yang tepat setelah memegang. Proses pembersihan, dengan mencuci yang terkena dengan air bersih sebanyak enam kali dan sekali dengan tanah.

"Yang penting adalah bisa menyelamatkan anjing dan kita dapat membersihkan diri setelah itu. Kami juga bisa membuang pakaian jika diperlukan... Itu bukan masalah bagi kami, yang penting adalah kehidupan anjing," katanya, menambahkan bahwa aksinya itu dilakukannya secara spontan.

Ziezie mengatakan dia sering memberi makan kucing liar, ini pertama kalinya dia menyelamatkan anjing. (thestar.com.my)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home