Loading...
FOTO
Penulis: Reporter Satuharapan 09:41 WIB | Kamis, 08 September 2016

Pertempuran Sengit Paksa 100 Ribu Warga Suriah Mengungsi

Pertempuran Sengit Paksa 100 Ribu Warga Suriah Mengungsi
Sebuah foto yang diambil 14 Agustus 2016 menunjukkan reruntuhan gedung-gedung di permukiman al Khalediah di kota tengah Suriah, Homs. (Foto-foto: AFP)
Pertempuran Sengit Paksa 100 Ribu Warga Suriah Mengungsi
Pejuang Jaish al-Islam, kelompok pemberontak di provinsi Damaskus yang memerangi ISIS dan rezim Suriah berkumpul pada 31 Agustus 2016 jelang pertempuran melawan pasukan rezim di desa Maydaani, sebelah timur ibu kota Damaskus.
Pertempuran Sengit Paksa 100 Ribu Warga Suriah Mengungsi
Seorang bocah Turki melambaikan tangan ke arah konvoi tank yang menuju Suriah dari kota Karkamis yang berbatasan dengan Turki di wilayah Gaziantep, 26 Agustus 2016.
Pertempuran Sengit Paksa 100 Ribu Warga Suriah Mengungsi
Tank-tank militer Turki melintas menuju kota Jarabulus di perbatasan Turki-Suriah, 25 Agustus 2016. Militer Turki yang didukung serangan udara koalisi internasional melancarkan operasi yang melibatkan jet-jet tempur dan pasukan darat elite untuk mengusir ISIS dari kota perbatasan Suriah tersebut. Operasi darat dan udara itu merupakan langkah ambisius Turki dalam konflik Suriah yang bertujuan untuk membersihkan ekstremis dari kota Jarabulus, yang terletak berseberangan dengan kota Karkamis, Turki.
Pertempuran Sengit Paksa 100 Ribu Warga Suriah Mengungsi
Asap membubung tinggi menyusul serangan pasukan rezim Suriah terhadap posisi pemberontak saat pertempuran sengit di Aleppo pada 18 Agustus 2016. Aleppo Selatan menjadi lokasi pertempuran intens sejak 31 Juli, ketika aliansi Army of Conquest melancarkan serangan besar untuk memecah pengepungan oleh pasukan rezim di wilayah yang dikuasai oleh oposisi di timur kota itu.

BEIRUT, SATUHARAPAN.COM - Pertempuran sengit antara pasukan rezim Suriah dan pemberontak memaksa sekitar 100 ribu warga di Provinsi Hama, Suriah tengah meninggalkan rumah mereka, menurut laporan PBB.

Para warga melarikan diri dari wilayah Hama utara sejak 28 Agustus hingga 5 September ke sejumlah desa tetangga dan ibu kota provinsi, menurut laporan Badan Koordinasi Bidang Kemanusiaan PBB (Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA).

Aliansi pemberontak dan ekstremis melancarkan serangan pada akhir Agustus di Hama dan mereka berhasil merebut sejumlah daerah dalam waktu singkat serta berupaya merebut bandara di provinsi tersebut yang menjadi lokasi pasukan rezim mengerahkan helikopter untuk menyerang pemberontak.

Provinsi Hama amat strategis dan penting bagi rezim pimpinan Presiden Bashar al Assad karena menjadi pemisah pasukan pemberontak di Provinsi Idlib dengan ibu kota Damaskus di selatan dan daerah kekuasaan rezim di pesisir barat Suriah.

Pasukan rezim membalas serangan pemberontak dengan melancarkan serangkaian serangan udara di sejumlah wilayah kekuasaan pemberontak dan pertempuran tidak kunjung usai. (AFP)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home