Loading...
DUNIA
Penulis: Prasasta Widiadi 18:57 WIB | Kamis, 09 Februari 2017

Perwakilan Negara Asing akan Pantau Pilkada DKI

Dari kiri ke kanan: Komisioner KPU DKI Jakarta Bidang Pencalonan dan Kampanye, Dahlia Umar, Komisioner KPU DKI Jakarta Bidang Logistik, M. Fadlillah, Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno, Komisioner KPU DKI Jakarta Bidang Pemutakhiran Data Pemilih, Moch Sidik pada Konferensi Pers Persiapan Debat Ketiga Pilkada DKI Jakarta tahun 2017, di KPU DKI Jakarta, Jalan Salemba Raya, Jakarta, hari Kamis (9/2). (Foto: Prasasta Widiadi)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos mengatakan terdapat 15 negara yang akan memantau Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta pada 15 Februari 2017.

"Kami hanya menerima surat dari KPU Pusat bahwa akan ada 15 negara pemantau. Mungkin dari sekian banyak akan ada 15 negara yang akan melihat. Saya yang ingatnya antara lain Singapura, Malaysia, Filipina, Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Australia. Itu antara lain yang akan ikut memantau," kata Betty pada Konferensi Pers Persiapan Debat Ketiga Pilkada DKI Jakarta tahun 2017, di KPU DKI Jakarta, Jalan Salemba Raya, Jakarta, hari Kamis (9/2).

Betty mengemukakan kegiatan pemantauan pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara tersebut merupakan kesepakatan internasional.

Betty mengemukakan perwakilan dari beberapa negara tersebut mengatakan akan melakukan pemantauan kalau ada kegiatan pemilu di suatu tempat. “Misalnya, bagaimana sih Indonesia melakukan kegiatan pemilunya, termasuk Pilkada DKI Jakarta 2017," kata Betty.

Menurut Betty, 15 negara tersebut diverifikasi dan diakreditasi oleh KPU Pusat karena menurut ketentuan untuk pemantau luar negeri akreditasinya tidak di KPU DKI tetapi ada di KPU Pusat.

Ia menyatakan hal tersebut merupakan kebiasaan dalam pelaksanaan demokrasi jika ada pemilu di manapun biasanya mereka ikut mengundang KPU Pusat.

“Kami juga pernah ikut memantau di Sri Lanka, Filipina. Ya memantau saja, observer. Jadi mereka juga melihat bagaimana kami melakukan kegiatan demokratisasinya melalui Pilkada, melalui pemilu juga,” kata Betty.

Betty mengemukakan KPU DKI Jakarta  sudah menentukan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang akan dikunjungi pemantau dari luar negeri antara lain TPS yang terdapat di lembaga pemasyarakatan, rumah tahanan, kawasan kumuh, dan kawasan elit.

“Jadi akan tersebar. Tetapi nanti mereka datangnya rombongan dan kami yang melayani,” kata dia.

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home