Loading...
INDONESIA
Penulis: Francisca Christy Rosana 17:07 WIB | Rabu, 20 Mei 2015

PNS Telat Upacara, Djarot: Mereka Kayak Ulet Kembang

PNS DKI menghadiri Upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diadakan di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (20/5). (Foto: Francisca Christy Rosana)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diadakan di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (20/5) dihadiri oleh seluruh pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan pemerintah provinsi (Pemprov) DKI. Upacara dimulai pukul 07.25 WIB dipimpin oleh inspektur upacara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Sejak pukul 07.00 WIB, para PNS berseragam korpri biru itu nampak mengisi barisan yang telah ditentukan. Gubernur bersama jajarannya yang datang pukul 07.15 WIB langsung mengambil tempat di belakang mimbar upacara. Upacara pun dimulai 10 menit setelah Ahok bersama istri, Veronica Basuki Tjahaja Purnama atau Veronica Tan sampai di lokasi.

Seperti biasa, beberapa PNS nampak terlambat datang. PNS yang terlambat mengikuti upacara kemudian disediakan lokasi khusus agar tidak mengganggu jalannya upacara. Puluhan PNS ini datang berbondong-bondong saat bendera merah putih sudah dikibarkan. Rupanya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengamati puluhan PNS yang tidak disiplin waktu ini dari tempatnya berdiri.

“Mereka itu lelet kayak uler kambang itu. Harusnya mereka itu trengginas, cekatan maksudnya.  Jadi PNS kok lamban,” ujar Djarot kepada satuharapan.com seusai upacara.

Djarot pun nampak jengkel karena revolusi mental yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum tertanam betul di benak para PNS bergaji fantastis ini.

“Nah itu dia salah satu contoh yang harus dibangun revolusi mentalnya, karakternya itu perlu dicuci otaknya, perlu didisiplinkan. Disiplin saja susah, bagaimana bekerja yang lainnya? Tanggung jawab kecil saja nggak bisa, bagaimana dengan tanggung jawab yang besar?” ungkap Djarot jengah.

Namun demikian, sanksi yang diberikan menurutnya cukup berupa sanksi teguran. Saat ditanya apakah tunjangan kerja daerah (TKD) para PNS ini akan dipotong karena terlambat datang, Djarot hanya menanggapi dengan senyum ringan.

“Soal TKD itu hal yang remeh. Yang penting sentuhlah jiwanya sentuhlah agar nggak lelet kayak uler kembang,” kata politikus PDIP ini.

 

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home