Loading...
HAM
Penulis: Reporter Satuharapan 21:26 WIB | Senin, 01 Agustus 2016

Presiden Taiwan Minta Maaf kepada Warga Suku Pribumi

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen (kiri) berpidato secara resmi meminta maaf kepada warga suku pribumi Taiwan, hari Senin (1/8) di Taipei. (Foto: Twitter Cathy Raper Representative at the Australian Office, Taipei)

TAIPEI, SATUHARAPAN.COM - Presiden Taiwan Tsai Ing-wen secara resmi meminta maaf kepada warga suku pribumi Taiwan atas penderitaan yang mereka alami selama berabad-abad. Tsai Ing-wen menjadi presiden pertama yang meminta maaf kepada warga suku pribumi Taiwan.

Tsai, yang memiliki garis keturunan warga suku pribumi Taiwan, secara pribadi akan memimpin komite penyelidikan dugaan diskriminasi sebagai bagian dari program untuk meredam ketegangan dengan warga suku pribumi.

“Saya meminta maaf kepada warga suku pribumi atas nama pemerintah, menyatakan permintaan maaf tulus kami atas penderitaan dan diskriminasi yang Anda sekalian alami selama 400 tahun terakhir,” ujar Tsai dalam pidatonya hari Senin (1/8).

“Kita perlu mendalami sejarah secara serius dan mengungkapkan kebenaran,” ujar Tsai seraya menambahkan bahwa permintaan maaf merupakan sebuah langkah maju.

Ratusan warga suku pribumi Taiwan menggelar aksi unjuk rasa massal di luar kantor kepresidenan di ibu kota Taipei pada akhir pekan lalu untuk menuntut perlindungan hak berburu dan langkah konkret dari pemerintah.

Jumlah warga suku pribumi mencapai sekitar dua persen dari total 23,5 juta jiwa penduduk Taiwan. Budaya tradisional mereka kian tergerus sejak para imigran dari daratan Tiongkok mulai menetap di pulau tersebut berabad-abad silam.

Sebagian besar tanah adat kini dijadikan taman nasional sehingga memicu bentrokan terkait hak berburu satwa, memancing dan mencari makan di daerah yang membutuhkan izin khusus.

Kini, mereka masih mengalami diskriminasi. Upah yang mereka terima 40 persen lebih rendah dari upah rata-rata nasional dengan tingkat pengangguran yang lebih tinggi bagi warga suku pribumi.

Tsai berjanji meningkatkan otonomi dan hak-hak warga suku pribumi saat kampanye pemilu. Partai Progresif Demokrasi pimpinan Tsai menang telak dalam pemilu pada Januari silam.

Pada Senin, perwakilan warga suku pribumi yang diundang untuk menyaksikan pidato Tsai membakar jerami di luar kantor kepresidenan sebagai upacara memanggil roh leluhur untuk turut hadir.

Presiden kemudian menyambut para perwakilan dari 16 suku pribumi di Taiwan, yang mengenakan pakaian tradisional masing-masing. (AFP)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Edu Fair
Back to Home