Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 15:26 WIB | Selasa, 26 September 2023

Presiden: Tank M1 Abrams dari Amerika Serikat Tiba di Ukraina

Tank M1A1 Abrams Angkatan Darat AS menghadiri latihan militer kelompok tempur Forward Presence yang ditingkatkan NATO Crystal Arrow 2021 di Adazi, Latvia 26 Maret 2021. (Foto: dok. Reuters)

KIEV, SATUHARAPAN.COM-Gelombang pertama tank Abrams buatan Amerika Serikat tiba di Ukraina, kata Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengumumkan pada hari Senin (25/9).

“Kabar baik… ‘Abrams’ sudah berada di Ukraina dan bersiap untuk memperkuat brigade kami. Saya berterima kasih kepada sekutu karena telah memenuhi perjanjian! Kami sedang mencari kontrak baru, memperluas geografi pasokan,” kata Zelenskyy di Telegram.

Tank-tank yang tiba di Ukraina menandai pengiriman awal dari 31 tank yang dijanjikan oleh pemerintahan Biden.

Pentagon telah mengumumkan pada bulan Januari bahwa 31 tank M1A2 Abrams akan dikirim ke Ukraina, namun para pejabat berspekulasi akan memakan waktu sekitar satu tahun untuk mewujudkannya.

Pada bulan Maret, AS mengatakan bahwa mereka akan mengirim tank M1A1 Abrams dari lambung kapal yang sudah diperbaharui yang sudah ada dalam persediaan AS, dan pengiriman akan dilakukan pada musim gugur, lebih cepat dari perkiraan awal.

Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, mengatakan pekan lalu bahwa Ukraina akan “segera” menerima tank M1 Abrams Amerika untuk membantu serangan balasan Kiev terhadap Rusia.

Tank-tank Abrams yang baru tiba akan bergabung dengan inventaris tank Ukraina yang ada, sehingga berpotensi memungkinkan mereka untuk maju dan berpotensi mendapatkan kembali kendali atas wilayah di wilayah timur dan selatan Ukraina yang saat ini dikuasai oleh Rusia. Di wilayah-wilayah tersebut, konflik telah berlangsung selama berbulan-bulan tanpa adanya kemajuan berarti.

Kepala intelijen militer Ukraina, Kyrylo Budanov, mengatakan kepada blog militer Amerika “The Warzone” pada hari Jumat bahwa tank Abrams “harus digunakan dengan cara yang sangat disesuaikan untuk operasi yang sangat spesifik dan dirancang dengan baik, karena jika digunakan di garis depan dan jika terjadi pertarungan senjata gabungan, mereka tidak akan hidup lama di medan perang.”

Dia menambahkan: “Mereka perlu digunakan dalam operasi terobosan tersebut, namun dipersiapkan dengan sangat baik.”

Bantuan Pemulihan Ekonomi

Ukraina dan Amerika Serikat telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang mana Kiev akan menerima hingga US$522 juta untuk memperkuat ketahanan sistem energi Ukraina, kata kedutaan besar AS di Ukraina.

Ukraina akan menerima bantuan energi baru sebesar US$ 422 juta dan tambahan US$100 juta akan bergantung pada penerapan langkah-langkah tertentu termasuk reformasi, kata kedutaan dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Minggu.

Salah satu tujuannya adalah membantu Ukraina memulihkan infrastruktur penting, katanya, menyusul serangan udara Rusia terhadap pembangkit listrik dan trafo yang menyebabkan jutaan orang tanpa listrik pada musim dingin lalu.

Ukraina telah melakukan perbaikan besar-besaran sejak saat itu, namun para pejabat telah memperingatkan akan adanya serangan baru pada musim dingin ini dan Rusia menyerang fasilitas energi di seluruh Ukraina pekan lalu.

MoU tersebut juga dimaksudkan untuk membantu Ukraina berupaya menuju reformasi sektor energi dan transisinya setelah perang dengan Rusia menuju ekonomi energi rendah karbon dan kompetitif yang terintegrasi dengan Uni Eropa, kata kedutaan besar AS.

Kedutaan mengumumkan MoU tersebut setelah kunjungan Presiden Volodymyr Zelenskyy ke AS pekan lalu. (Reuters/ Al Arabiya)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home