Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Dewasasri M Wardani 16:39 WIB | Senin, 09 November 2015

Proyek Tol Laut di Kepri Beroperasi 2017

Ilustrasi: kapal tol laut (Foto: batamnews.co.id)

BATAM, SATUHARAPAN.COM – “Seluruh proyek tol laut yang meliputi infrastruktur transportasi laut, darat, dan udara di wilayah Provinsi Kepulauan Riau akan dioperasikan mulai 2017,“ kata Kepala Dinas Perhubungan Kepri, Muramis, di Batam, Senin (11/9).

Ia mengatakan, sebagian pengerjaan proyek tol laut masih akan dilanjutkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2016, dan sebagian lainnya sudah dalam tahap penyelesaian.

Terdapat 13 proyek terkait tol laut di Kepri, yaitu dua bandar udara, delapan pelabuhan, dan tiga kapal roro dengan total anggaran 2015 sebesar Rp 963 miliar.

Dua pelabuhan yang akan dibangun yaitu di Pulau Jemaja dan Pulau Letung, delapan pelabuhan di antaranya di Pulau Midai, Pulau Serasan, Pulau Laut, dan Pulau Subi.

Muramis mengaku, beberapa pengerjaan proyek itu sempat terkendala proses lelang di Jakarta. Akibatnya ada proyek pembangunan pelabuhan yang baru dimulai Oktober 2015.

Ia berharap seluruh proyek tol laut dapat segera selesai dan dimanfaatkan masyarakat, untuk menjawab tantangan transportasi di provinsi kepulauan itu.

Pulau-pulau di Kepri, terutama di Kabupaten Natuna, belum dilengkapi pelabuhan memadai, meskipun sudah ada pelayaran PT Pelni dengan kapal besar.

Tanpa pelabuhan, masyarakat terpaksa turun kapal di tengah laut, untuk melanjutkan perjalanan menggunakan kapal kayu (pompong) ke pelabuhan. Itu harus dilakukan karena pelabuhan di pulau-pulau itu dangkal dan kapal besar tidak dapat berlabuh.

"Jadi selama ini, masyarakat itu tidak bisa turun Kapal Pelni di pelabuhan, karena belum memadai," kata dia.

"Seperti di Pulau Subi dan Pulau Laut, masyarakat turun di tengah laut. Istilahnya rede," kata dia.

Pembukaan pelabuhan baru juga diharapkan dapat mempercepat dan mempermudah arus barang kebutuhan pokok, sehingga dapat menurunkan harga barang.

Muramis mengatakan, ide tol laut oleh Presiden Joko Widodo cocok diterapkan di Kepri, mengingat provinsi muda itu terdiri atas ratusan pulau kecil yang menjorok hingga Laut Tiongkok Selatan. (Ant)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home