Loading...
DUNIA
Penulis: Eben E. Siadari 17:55 WIB | Minggu, 30 Agustus 2015

Puncak Lautan Massa Unjuk Rasa di Malaysia Diperkirakan Malam Ini

Para pengunjuk rasa mempersiapkan diri untuk aksi demo yang digerakkan oleh kelompok pro demokrasi Bersih di dekat Dataran Merdeka di ibukota Malaysia, Kuala Lumpur pada 30 Agustus 2015. (Foto: Time)

KUALA LUMPUR, SATUHARAPAN.COM - Gerakan pro demokrasi Bersih 4 yang berunjuk rasa sejak kemarin di Kuala Lumpur menuntut PM Najib Razak mundur mengharapkan jumlah demonstran terus meningkat meskipun hujan deras mengguyur.

Time melaporkan hari ini jumlah pengunjuk rasa mencapai 200.000 orang menurut panitia penyelenggara, melebihi pengunjuk rasa yang turun ke jalan kemarin. Namun polisi mengatakan jumlahnya tak lebih dari 20.000 orang.

Panitia mengharapkan orang masih akan terus berdatangan dan puncak demonstrasi diharapkan terjadi malam ini.

Reuters melaporkan keamanan oleh pihak polisi tetap ketat dan pasukan antihuru-hara berjaga, meskipun tidak ada laporan terjadinya kekerasan.  Pemerintah kota Kuala Lumpur telah menolak izin berunjuk rasa yang diajukan oleh Bersih 4 dengan alasan khawatir  terulangnya insiden pada unjuk rasa 2012 ketika polisi menggunakan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan demonstran.

Puncak unjuk rasa akan mengambil tempat di Dataran Merdeka hari ini, Minggu (30/8) yang bertepatan dengan hari kemerdekaan Malaysia, yang dideklarasikan pada tahun 1957.

“Hanya dengan begini suara kami didengar oleh Perdana Menteri dan menyadari bahwa kami tidak menginginkannya lagi," kata Abdul Uiz, pengusaha muda berusia 26 tahun, kepada Time pada hari Minggu pagi.

“Saya kira aksi ini akan tetap berlangsung damai -- tujuan kami adalah revolusi damai, karena kami adalah bangsa pendamai," kata dia.

Para pengunjuk rasa yang sudah beraksi sejak kemarin tetap bertahan dan tidur di tepi jalan manakala mereka lelah.

Ini merupakan unjuk rasa terbesar menolak PM Malaysia, yang dituduh korupsi setelah The Wall Street Journal melansir berita yang menyatakan bahwa Najib menerima US$ 700 juta melalui rekening pribadinya dari donatur Timur Tengah.

Pemerintah Malaysia telah membantah tuduhan ini, termasuk dengan memecat wakil PM Malaysia yang menginginkan kasus itu diselidiki.

Tuduhan skandal korupsi berbarengan dengan keadaan ekonomi Malaysia yang memburuk, dimana ringgit menjadi mata uang paling berkinerja jelek di kawasan. Hal ini turut memicu aksi kelas menengah turun ke jalan menyuarakan ketidakpuasan.

“Inilah pertama kali saya ikut demonstrasi gerakan Bersih.. Saya sadar politik tetapi saya apolitis, tetapi ini adalah isu nasional yang mempengaruhi kami semua," kata Syed Kabir, ahli teknik berusia  42 tahun kepada Time, ketika duduk sebuah kedai kopi di Perak. Ia ikut mengenakan kaus kuning bersama rekan-rekannya, antara lain  Dr. Shanil Kumar dan Michael Cheng, etnis India dan Tionghoa.

Kendati banyak orang mengatakan ini merupakan unjuk rasa besar, tetapi tampaknya belum sebesar yang terjadi pada tahun 2012. Unjuk rasa kali ini dianggap kurang mendapat dukungan dari mayoritas Melayu, dan kebanyakan didukung oleh etnis Tionghoa dan India.

Sementara itu New Straits Times mengatakan, banyak foto yang beredar di media sosial adalah foto-foto lama yang ingin menggambarkan seolah-olah unjuk rasa kali ini diikuti banyak orang.
.
Namun ada faktor Mahathir Mohammad, mantan PM Malaysia yang sangat dihormati dalam unjuk rasa kali ini. Kehadirannya pada unjuk rasa kemarin telah menambah semangat para pengunjuk rasa. Apalagi, tokoh berusia 90 tahun dulunya adalah pelindung Najib namun kini berbalik sebagai kritikusnya yang paling sengit.

Walaupun belasan orang telah ditangkap, para pengunjuk rasa meyakini polisi tidak akan bertindak gegabah dalam menangani unjuk rasa saat ini. "Polisi telah paham bahwa menggunakan kekerasan tidak akan memperbaiki situasi, tetapi akan memperparah masalah yang ada," kata Syed.

"Kerusuhan akan membuat pemerintah terlihat lebih buruk daripada yang sudah mereka lakukan," kata dia.

Bahkan ada spekulasi bahwa polisi justru ikut bersimpati pada unjuk rasa ini.

“Saya mengangkut seorang polisi," kata supir taksi di Kuala Lumpur. "Ia mengatakan, 'kita semua tahu Najib bersalah, tetapi apa yang dapat kita lakukan? Kami hanya menurut perintah dan menunggu pensiun," kata supir yang tidak mau disebutkan namanya itu kepada Time.

 

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home