Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 14:18 WIB | Jumat, 08 April 2016

Putin Tuduh Rencana AS di Balik Panama Papers

Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Foto: dari Russia Today)

ST PETERSBURG, SATUHARAPAN.COM – Presiden Rusia, Vladimir Putin membantah memiliki hubungan pada rekening di luar negeri dan menggambarkan dokumen yang dibocorkan yang dikenal sebagai Panama Papers sebagai bagian dari rencana yang dipimpin Amerika Serikat untuk melemahkan Rusia.

Putin berbicara pada forum media di kota St. Petersburg, dan media mendorong klaim keterlibatannya dalam bisnis lepas pantai, meskipun namanya tidak ada dalam daftar dokumen yang dibocorkan dari firma di Panama.

Dia juga membela seorang teman, pemain cello, yang namanya disebutkan sebagai pemilik perusahaan lepas pantai. Dia menggambarkan temannya itu sebagai seorang dermawan yang menghabiskan dana sendiri untuk membeli alat musik langka untuk koleksi negara Rusia.

Menurut Putin, seperti diberitakan Russia Today, tuduhan itu sebagai bagian dari serangan disinformasi yang dipimpin AS terhadap Rusia untuk melemahkan pemerintahannya. "Mereka mencoba mengguncang kita dari dalam untuk membuat kita tunduk," katanya.

International Consorsium Investigative Journalis yang berbasis di Washington menyebutkan dokumen yang diperoleh menunjukkan bahwa pemain cello Rusia, Sergei Roldugin, bertindak sebagai orang depan untuk jaringan loyalis Putin, dan, mungkin presiden sendiri.

ICIJ mengatakan dokumen itu menunjukkan bagaimana penawaran keuangan lepas pantai yang kompleks menyalurkan sebanyak dua miliar dolar AS  untuk jaringan orang-orang yang terkait dengan presiden Rusia.

Roldugin, menurut Putin, menggunakan uang yang diperolehnya sebagai pemegang saham minoritas pada sebuah perusahaan Rusia untuk membeli alat musik langka luar negeri dan menyerahkannya kepada negara Rusia.

Kota Tiga Revolusi

Putin mengatakan bahwa Washington telah menyebarkan tuduhan korupsi pejabat Rusia untuk melemahkan Moskow, karena AS khawatir tentang kekuatan ekonomi dan militer Rusia yang tumbuh.

"Peristiwa di Suriah telah menunjukkan kemampuan Rusia untuk memecahkan masalah jauh dari perbatasannya," katanya, seperti dikutip AP.

Dalam pertemuan dengan sekitar 450 wartawan itu, seperti dikutip Russia Today, Putin meminta wartawan untuk bekerja dengan jujur dan terbuka sehingga tidak menimbulkan revolusi lain.

Kota St. Petersburg dikenal sebagai 'Kota Tiga Revolusi' di Rusia. "Ini adalah simbol bahwa kita berkumpul di sini, di St. Petersburg lagi. Mengapa? St. Petersburg, atau Leningrad, dinobatkan sebagai Kota Tiga Revolusi. Saya berharap bahwa hasil dari usaha Anda tidak akan membuat revolusi keempat, tetapi sebaliknya, Anda akan bekerja dengan jujur ​​dan terbuka dan berkontribusi pada keseimbangan alam, yang benar dan hanya kepentingan dalam masyarakat kita," kata Putin.


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home