Loading...
DUNIA
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 08:25 WIB | Jumat, 25 April 2014

Rekonsiliasi Hamas-Fatah Dinantikan Palestina

Perdana Menteri Hamas, Ismael Hanyah (kiri) dan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas. (Foto: aljazeera.com/EPA)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Relawan Indonesia untuk Palestina di Jalur Gaza Abdillah Onim mengemukakan bahwa rekonsiliasi antara kubu Fatah dan Hamas memang sudah dinantikan lama oleh warga setempat.

"Sejak Rabu (23/4), dengan rekonsiliasi antara kedua kubu, rakyat Palestina resmi bersatu," katanya dari Gaza, Palestina, Jumat (25/4).

Abdillah Onim, yang hadir dalam jumpa pers di kediaman Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyah, yang berada di kamp pengungsi Pantai Gaza menjelaskan bahwa menyetujui perundingan damai kedua pihak.

"Kami mengesampingkan perbedaan, dan menuju satu kesatuan, kembali bergandengan tangan untuk memperjuangkan tanah Palestina dan berusaha untuk merebut kembali Masjid Al Aqso yang kini masih dikuasai oleh Israel," kata Ismail Haniyah seperti dikutip Onim.

Ditegaskan bahwa rekonsiliasi atau perundingan damai antara Fatah dan Hamas yang digelar di Jalur Gaza, Palestina, resmi disepakati antara kedua belah pihak.

Kedua kubu juga sepakat bahwa Israel adalah musuh bersama yang harus mereka hadapi bersama.

Mereka juga sepakat untuk mengatur strategi kembali baik dari segi politik dan kemiliteran serta ekonomi.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Haniyah mengimbau Pemerintah Mesir untuk mendukung perundingan damai tersebut.

Dengan perundingan damai tersebut, mereka juga berharap warga Palestina bisa mempererat kembali hubungan antara kedua belah pihak karena urusan dan kepentingan memperjuangkan masa depan Palestina.

Selain itu, juga memperjuangkan nasib Masjid Al Aqsa agar berada ada di tangan rakyat Palestina.

Kedua belah pihak pun sudah sepakat lima pekan ke depan mengadakan perombakan kabinet, serta enam bulan kemudian melaksanakan pemilihan ulang presiden Palestina.

Konflik internal antara kubu Fatah dan Hamas sudah berlangsung selama tujuh tahun.

Abdillah Onim menambahkan bahwa ketika rekonsiliasi dilakukan antara Hamas dan Fatah, pada detik yang sama militer Israel melontarkan roket ke wilayah Beit Lahiyah di Gaza bagian utara.

Akibat serangan roket Israel dari pesawat jet F-16 itu melukai tiga orang warga Gaza. Mereka dievakuasi ke Rumah Sakit Kamal Udwan di Gaza Utara.

Israel Batalkan Perundingan

Israel merespon rekonsiliasi Palestina itu dengan membatalkan sesi perundingan perdamaian yang sudah dijadwalkan Rabu malam setelah rekonsiliasi diumumkan.

Benjamin Netanyahu, perdana menteri Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa "siapa pun yang memilih Hamas tidak menginginkan perdamaian".

"Saya mengatakan pagi ini bahwa Abu Mazen (Presiden Palestina Fatah Mahmud Abbas) harus memilih antara perdamaian dengan Israel atau perjanjian dengan Hamas, sebuah organisasi teroris pembunuh yang menyerukan penghancuran Israel dan yang Amerika Serikat dan Uni Eropa mendefinisikannya sebagai organisasi teroris," kata Netanyahu.

Avigdor Liberman, Menteri Luar Negeri Israel, menggambarkan penandatanganan perjanjian sebagai "sama saja dengan mengakhiri perundingan antara Israel dan Otoritas Palestina". (Ant/aljazeera.com)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home