Loading...
EKONOMI
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 18:56 WIB | Selasa, 25 Agustus 2015

Saham Tokyo Anjlok Hampir 4 Persen

Seorang perempuan melihat layar menampilkan harga saham Nikkei di Tokyo, hari Selasa (25/8). Yen melonjak menjadi yang tertinggi selama tujuh bulan terakhir terhadap dolar karena para investor mengalihkan risiko di tengah kejatuhan pasar saham global. (Foto: japantoday.com/Reuters)

TOKYO, SATUHARAPAN.COM - Indeks acuan bursa saham Tokyo anjlok hampir 4,0 persen pada hari Selasa (25/8) ke level terendah dalam enam bulan, membalik kenaikan pada sesi pagi karena bursa saham Hong Kong dan Shanghai melanjutkan penurunan di tengah kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi Tiongkok.

Pada perdagangan yang bergerak liar, indeks Nikkei 225 di Bursa Saham Tokyo turun 733,98 poin menjadi 17.806,70 - penurunan ke enam berturut-turut dan angka penutupan terendah sejak pertengahan Februari - setelah sempat naik ke wilayah positif sebelum perdagangan istirahat pada tengah hari.

Indeks Topix atas saham-saham di papan utama bergerak jig-jag antara wilayah positif dan negatif, dan berakhir turun 3,26 persen atau 48,22 poin pada 1.432,65 poin.

Indeks Nikkei sempat jatuh lebih dari 4,0 persen pada pembukaan perdagangan, sebelum kemudian naik pada pertengahan sesi perdagangan pagi pagi, kemudian anjlok pada transaksi sore ketika sejumlah pejabat top Jepang menyerukan agar pasar tenang.

"Fondasi ekonomi global belum terguncang - diperlukan pendekatan-pendekatan dengan kepala dingin," kata Menteri Ekonomi Jepang Akira Amari kepada wartawan.

Menteri Keuangan Jepang Taro Aso mengatakan tidak ada rencana mendesak paket stimulus fiskal untuk melawan krisis di dalam negeri, dan menambahkan bahwa Tokyo telah mengadakan kontak dengan negara-negara anggota G7 lainnya untuk menghadapi goyangan pasar.

Nikkei telah turun 13 persen dalam enam sesi terakhir, ketika pasar di dunia berjatuhan karena ketidakpastian prospek ekonomi Tiongkok, yang tadinya merupakan pendorong utama pertumbuhan global dan saat ini dipandang sebagai ancaman potensial bagi ekonomi dunia.

Kekhawatiran merebak setelah bank sentral Tiongkok mendevaluasi yuan sebagai langkah untuk mendorong ekspor yang semakin kendur, memicu kekhawatiran tentang kondisi ekonomi negara Tirai Bambu itu dan memicu kemungkinan perang mata uang.

Harga saham di bursa Shanghai Tiongkok ditutup turun 7,63 persen sementara Hong Kong saham turun 0,67 persen pada sesi perdagangan sore. (AFP)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home