Loading...
FLORA & FAUNA
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 23:00 WIB | Selasa, 21 Februari 2017

Satu Ton Gading Gajah Berhasil Disita di Uganda

Ilustrasi: Gading gajah sitaan. (Foto: volkskrant.nl)

KAMPALA, SATUHARAPAN.COM - Pihak Berwenang Uganda berhasil menyita lebih dari satu ton gading gajah yang dipotong dalam ukuran kecil dan diberi bahan kimia agar tak terdeteksi, ungkap layanan perlindungan alam liar nasional pada Senin (20/2).

Penyitaan ini terjadi di pinggiran Kota Kampala pada Sabtu (18/2) lalu, sebelum gading-gading itu dimuat di Bandara Internasional Entebbe dan diterbangkan ke sebuah tujuan yang tidak diketahui, kata pihak berwenang.

Seorang warga Liberia dan dua tersangka dari Guinea Bissau ditangkap di Kampala, kata juru bicara otoritas alam liar Uganda Simplicious Gessa kepada AFP.

"Di dalam sebuah operasi gabungan dengan polisi, kami menemukan lebih dari satu ton gading gajah diduga berasal dari Tanzania atau Kongo dan operasi lanjutan masih berlangsung," ujar Gessa.

Dia menambahkan bahwa pihak berwenang di Uganda menduga, penyelundupan itu melibatkan agen pengiriman dan pejabat lain, sebelum bisa melewati Bandara Entebbe.

Penyelundup menggunakan jalur Uganda "karena hukum kami lebih longgar terhadap penyelundupan, hal ini sekaligus menjadi peringatan agar hukum yang lebih keras ditegakkan sehingga Uganda tak dijadikan jalur penyelundupan.

Sekitar 30.000 gajah Afrika dibunuh secara ilegal setiap tahun demi gadingnya, sebagian besar gading gajah itu dipasarkan untuk memenuhi permintaan pasar Asia sebagai keperluan obat tradisional atau simbol status di masyarakat.

Uganda selama ini menjadi titik transit utama dalam perdagangan ilegal, terutama untuk barang-barang yang diperoleh dari hutan luas di Kongo.

Berdasarkan data dari The International Union for Conservation of Nature (IUCN), populasi gajah di Afrika tahun lalu mengalami penurunan paling besar sepanjang 25 tahun terakhir, dengan perkiraan, populasi gajah itu kini mencapai 415.000 ekor, atau menyusut 111.000 ekor dibanding 10 tahun lalu. (AFP)

 

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home