Loading...
RELIGI
Penulis: Reporter Satuharapan 08:01 WIB | Sabtu, 21 Desember 2019

Sekjen WCC Serukan Tindakan Kreatif Segera Terkait Darurat Iklim

Peserta pawai pemogokan iklim di New York, September 2019, memampangkan tulisan “Anak-anak + orang dewasa bersama-sama menciptakan masa depan yang lebih baik”. (Foto: WCC/Marcelo Schneider)

JENEWA, SATUHARAPAN.COM – Dalam sebuah surat pastoral kepada persekutuan gereja-gereja global, Sekretaris Jenderal Dewan Gereja Dunia Pdt Dr Olav Fykse Tveit mengungkapkan keprihatinan yang sungguh-sungguh mendalam terkait darurat iklim dunia. Ia mendesak gereja-gereja dan individu di mana saja untuk bertindak saat ini juga.

Situasi tidak dapat lagi dianggap “masih jauh”, tulis Tveit. “Faktanya, masa depan kita, kesejahteraan rumah kita bersama, dan keberadaan spesies kita, sangat berisiko,” tulisnya, seperti dilansir oikoumene.org pada 19 Desember 2019.

“The call to our churches and ourselves could not be clearer; and our unity, solidarity, and determination have never been more needed by the world.”

“Panggilan kepada gereja-gereja dan masing-masing dari kita, lebih jelas; bahwa persatuan, solidaritas, dan tekad, sangat dibutuhkan oleh dunia.”

Bahaya dan kerusakan akibat perubahan iklim bahkan lebih buruk daripada yang kita takutkan, Tveit mencatat, dan waktu yang tersisa untuk menghentikan kerusakan iklim lebih kecil daripada yang kita duga.

“Dalam konteks ini, saya menulis untuk mendesak tindakan kreatif Anda, advokasi Anda, dan doa Anda, sebelum doa menjadi satu-satunya pilihan bagi kita,” ia menulis.

“Sudah hampir terlambat, tetapi kita masih bisa membuat perbedaan jika bertindak sekarang!”

Tveit mempertanyakan, apa yang telah kita pelajari selama ini? “Laju pemanasan global yang cepat saat ini membawa dunia lebih dekat ke titik kritis yang tidak dapat dipulihkan,” ia menggarisbawahi.

“Dunia bertanggung jawab kepada orang-orang muda dan orang-orang yang rentan di dunia, dan secara moral tidak diizinkan untuk berpaling ke arah lain.”

Ia juga bertanya, apa yang harus kita lakukan? “Sebagai gereja dalam persekutuan, mari kita lipatgandakan upaya untuk membuat kontribusi yang berarti dalam konteks kita sendiri untuk menghindari konsekuensi paling berbahaya dari kelambanan lebih lanjut dan tindakan negatif oleh pemerintah,” ia menulis.

Tveit mendesak orang-orang di seluruh dunia untuk terus-menerus mendesak pejabat publik, pemerintah, dan bisnis, untuk menjaga iman dengan rakyat dan masa depan mereka. “Pemimpin dalam bisnis dan pemerintahan, kami membutuhkan Anda untuk meningkatkan peran Anda untuk melayani secara bertanggung jawab,” tulis Tveit.

“Terutama para pemimpin negara-negara kaya, yang secara historis bertanggung jawab atas emisi karbon, serta penghasil emisi karbon yang baru dan baru muncul, perlu membuka jalan untuk memberikan dukungan keuangan dalam solidaritas dengan masyarakat rentan di seluruh dunia, yang menghadapi kehilangan dan kerusakan karena perubahan iklim.”

Tveit mendesak negara-negara yang memproduksi bahan bakar fosil untuk mengembangkan rencana menurunkan skala pilar ekonomi mereka. "Naiknya permukaan laut, gas rumah kaca, angin topan, topan badai, dan kekeringan, tidak dapat dihentikan di batas nasional,” tulisnya, “Sebagai orang yang beriman dan berkemauan baik, marilah kita bersatu dalam tradisi agama, dan membaginya untuk memelihara dan melindungi ciptaan semua makhluk hidup, hari ini dan untuk generasi yang akan datang.”

Editor : Sotyati


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home