Loading...
FOTO
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 20:28 WIB | Minggu, 17 November 2013

Sepekan Setelah Dihantam Topan Haiyan

Sepekan Setelah Dihantam Topan Haiyan
Warga mengantri membeli bensin di kota Guiuan, provinsi Samar Timur, Filipina tengah pada Minggu (17/11), sepekan setelah Super Topan Haiyan menghancurkan kota tersebut. Guiuan adalah kota pertama yang dihancurkan Haiyan, menewaskan hampir seratus warga. (Foto-foto: AFP)
Sepekan Setelah Dihantam Topan Haiyan
Cristile Cahutay, menyaksikan kerabatnya dimakamkan di sebuah pemakaman di Palo, Filipina pada Minggu (17/11). Wanita 22 tahun itu tersapu badai hingga ke laut dari rumahnya selama bencana topan yang melanda pulau Leyte, Filipina, pekan lalu.
Sepekan Setelah Dihantam Topan Haiyan
Warga Filipina menyaksikan sebuah helikopter angkatan laut AS yang menurunkan barang-barang bantuan yang berada di atas Giporlos, provinsi Eastern Samar, Filipina tengah, pada Minggu (16/11).
Sepekan Setelah Dihantam Topan Haiyan
Sejumlah warga menuliskan dukungan untuk korban korban Topan Haiyan di Solo, Jateng, Minggu (17/11). Aksi tersebut untuk memberi dukungan moral kepada korban Topan Haiyan yang melanda Filipina. (Foto: Ant)
Sepekan Setelah Dihantam Topan Haiyan
Pesawat Osprey Marinir AS Sabtu (16/11) tiba memberikan bantuan di bandara Tacloban. Filipina menyebutkan bahwa jumlah korban tewas akibat topan super tersebut bertambah menjadi 3.621, tetapi masih di bawah perkiraan PBB yang menyebabkan gesekan antara badan dunia dan pemerintah tersebut.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Sepekan setelah Topan Super Haiyan melanda Filipina diperkirakan 3.621 jiwa meninggal, seribuan lebih masih dinyatakan hilang dan puluhan ribu kehilangan tempat tinggal. Korban selamat mulai kesulitan makanan, air bersih juga tempat tinggal. Masalah kesehatan mulai muncul juga penjarahan. 

Banyak negara telah mengirimkan bantuan, termasuk Kerajaan Arab Saudi yang sudah berkomitmen menyumbang 10 juta dolar. Jepang kemarin (16/11) melaporkan akan menambah jumlah bantuannya menjadi 30 juta dolar. 

Amerika Serikat menamai aksinya “Operation Damayan” atau dalam bahasa Tagalog berarti “Solidaritas”, sudah mengirimkan kapal induk USS George Washington yang berawak 5.000 pelaut dan segera menyusul USS Germantown dan USS Ashland yang berbasis di Jepang.

Kapal induk tersebut akan membawa alat teknis berat - seperti mesin penggali hidrolik, truk pembuangan (dump truck) dan mobil penarik - kendaraan serbu amfibi, kendaraan lacak yang dapat beroperasi di air dan di darat, generator dan tank air portable “water bull”.

Hingga delapan pesawat tiltrotor MV-22 Osprey juga akan terbang ke bandara internasional Manila dalam beberapa hari mendatang, dua kali lipat dari jumlah Ospreys yang tersedia di area tersebut.

Tambahan 1000 Marinir akan membantu pembersihan jalan dan distribusi barang bantuan, akan melakukan perjalanan dengan kapal landing craft utility (LCU), kendaraan LCU, kendaraan serbu amfibi, perahu kecil dan pesawat sayap rotary.


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home