Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 04:08 WIB | Minggu, 20 September 2020

Serangan Udara Militer Afghanistan, 30 Pejuang Taliban Tewas

Serangan ini terjadi ketika pembicaraan damai antara pemerintah Afghanistan dan Taliban berlangsung di Doha, Qatar.
Pasukan keamanan Afghanistan di dalam kendaraan Humvee di tengah pertempuran yang berlangsung antara militan Taliban dan pasukan keamanan Afghanistan di Kunduz pada 19 Mei 2020. (Foto: dok. AFP)

KABUL, SATUHARAPAN.COM-Angkatan udara Afghanistan melakukan beberapa serangan terhadap posisi Taliban pada hari Sabtu (19/9) yang menewaskan lebih dari 30 pejuang pemberontak, kata para pejabat. Itu terjadi ketika Presiden Ashraf Ghani mengulangi lagi menyerukan gencatan senjata.

Taliban mengklaim serangan itu telah menewaskan hampir dua lusin warga sipil termasuk perempuan dan anak-anak dalam insiden korban massal terbaru di Afghanistan. Ini bahkan terjadi ketika pembicaraan damai antara Taliban dan pemerintah sedang berlangsung di Qatar.

"Pagi ini, pejuang Taliban menyerang posisi (tentara Afghanistan) di... distrik Khan Abad di Provinsi Kunduz," kata Kementerian Pertahanan dalam sebuah pernyataan di Twitter.

Militer "mencegat serangan itu sesuai dengan prosedur 'pertahanan aktif'," tambah pernyataan itu, mencatat bahwa lebih dari 30 pejuang Taliban termasuk dua komandannya tewas.

Dalam sebuah pernyataan, Taliban membantah pejuangnya terkena serangan dan mengatakan 23 warga sipil telah tewas. Kementerian pertahanan mengatakan telah mengetahui klaim tersebut dan akan menyelidiki.

Direktur rumah sakit setempat, Mohammad Naeem Mangal, mengatakan kepada AFP bahwa tiga warga sipil tewas dan tiga warga sipil lain terluka telah dibawa ke fasilitas tersebut.

Serangan itu terjadi tak lama sebelum Ghani sekali lagi menyerukan gencatan senjata kemanusiaan "untuk melindungi rakyat kami, mencegah kekerasan dan insiden teroris dan untuk mencapai perdamaian yang bermartabat dan abadi."

Gerilyawan sejauh ini mengabaikan permintaan semacam itu, meskipun mereka secara sepihak menyebut dua gencatan senjata pendek dan terpisah tahun ini menjelang perundingan perdamaian, yang dibuka pekan lalu di Doha, Qatar.

Pembicaraan itu berjalan lambat sejauh ini, dengan kedua belah pihak masih ragu-ragu tentang agenda. (AFP)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home