Loading...
INDONESIA
Penulis: Bayu Probo 19:39 WIB | Rabu, 26 November 2014

Tambang Batu Bara di Malaysia Meledak, Dua WNI Meninggal

Tambang legal ini mempekerjakan 119 karyawan, dengan 49 di antara mereka berasal dari negara miskin Korea Utara.
Lokasi tambang batu bara yang meledak di Sarawak. (Foto: news.asiaone.com)

KUALALUMPUR, SATUHARAPAN.COM – Jumlah korban meninggal ledakan tambang batu bara Malaysia yang dioperasikan para pekerja asing—termasuk warga negara Indonesia—meningkat menjadi empat orang, menurut keterangan polisi pada Rabu (26/11)

Puluhan orang lainnya terluka, beberapa di antaranya mengalami luka bakar parah. Musibah tersebut terjadi pada Sabtu di Selantik, di pedalaman negara bagian Serawak, Malaysia.

“Korban meninggal meningkat menjadi empat orang setelah seorang pekerja Indonesia meninggal karena terluka pada Selasa,” ujar Chai Khin Chung, wakil kepala polisi Serawak, kepada AFP. Korban tersebut adalah Achmad Zidin (25). Sebelumnya, Kardianto (38) warga Indonesia lainnya juga jadi korban meninggal.

Selain itu, seorang warga negara Korea Utara, Pang Chung Hyok (29) dan Tun Tun Win (36) warga Myanmar juga meninggal akibat bencana tersebut. Insiden itu diyakini bermula dari percikan api kipas angin rusak memicu ledakan dan kobaran api.

Beberapa pejabat lainnya memperingatkan jumlah korban kemungkinan akan melonjak karena luka parah yang dialami korban. Chai mengatakan otoritas sedang menyelidiki penyebab dari insiden itu.

Otoritas mengungkapkan tambang itu dioperasikan secara legal dan mempekerjakan 119 karyawan, dengan 49 di antara mereka berasal dari negara miskin Korea Utara.

Evakuasi Dibantu TNI

Kemarin, TNI AU telah mengevakuasi tiga Warga Negara Indonesia (WNI) korban ledakan tambang batu bara Sri Aman, Sarawak, Malaysia Timur, yang mengalami koma ke rumah sakit lain di Malaysia Barat untuk mendapatkan perawatan yang lebih memadai.

Menurut Wakil Duta Besar RI di Kuala Lumpur, Malaysia, Hermono, Selasa, ketiga korban yang mengalami koma tersebut bernama Triono (34), Abdul Salam (26), dan Achmad Zidin (25).

Ketiganya dipindahkan dari Rumah Sakit Sarawak menggunakan pesawat Hercules TNI AU menuju Malaysia Barat, untuk kemudian dirawat di Rumah Sakit Poli Trengganu (Triono), Rumah Sakit Umum Sains Malaysia, Kota Bahru, Kelantan (Achmad Zidin), dan Rumah Sakit Sungai Buluh Selangor (Abdul Salam).

TNI AU juga menolong evakuasi dua korban warga negara Korea Utara dan satu warga Myanmar untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut di rumah sakit di Malaysia Barat.

Dalam ledakan di tambang batu bara Sri Aman, 190 km dari Kuching, Sarawak, Malaysia Timur, pada Sabtu (22/11) lalu, total sembilan WNI menjadi korban.

Jenazah Kardianto telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Sarawak, Senin (24/11) lalu, untuk diautopsi, sedangkan korban lain yang masih dirawat di rumah sakit Kuching, Sarawak, yakni Sutarman (25), Nurul Huda (21), Nurfatomi (25), dan Nyiar (53).

Hermono mengatakan pihak KBRI di Malaysia akan terus memantau dan mendampingi para korban ledakan tambang batu bara tersebut, serta bekerja sama dengan pihak rumah sakit yang merawat mereka.

Selain WNI, terdapat enam warga negara Myanmar, lima Tiongkok, tujuh warga negara Korea Utara, dan dua warga Bangladesh yang menjadi korban ledakan tambang batu bara Sri Aman.

Hingga saat ini penyebab ledakan masih terus diselidiki, namun ada dugaan kejadian itu berasal dari percikan api kipas angin yang rusak.

Ketua Polisi Daerah Sri Aman, Deputi Superintendan Mat Jusoh Mahamad, menjelaskan percikan api itu terjadi di kawasan 451,6 meter dari pintu masuk dan menimbulkan ledakan serta api dengan jarak mencapai 60 meter di dalam terowongan.

Ledakan di lokasi tambang tersebut merupakan kali kedua dalam tiga tahun terakhir, sebelumnya juga terjadi di pertambangan batu bara Lucky Hill, Abok, Pantu, Serawak yang menewaskan tiga warga negara Tiongkok. (AFP/Ant/thesundaily.com)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home