Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 17:04 WIB | Sabtu, 02 Desember 2023

Terkontaminasi Salmonella, AS Sarankan Tidak Konsumsi Melon Yang Sudah Dibelah

Melon dipajang untuk dijual di Virginia pada 28 Juli 2017. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) pada hari Kamis, 30 November 2023, mengatakan pihaknya menyarankan masyarakat untuk berhenti makan melon yang sudah dipotong jika mereka tidak tahu dari mana asalnya, hingga wabah mematikan keracunan salmonella yang terus berkembang. (Foto: dok. AP/J. Scott Applewhite)

WASHINGTON DC, SATUHARAPAN.COM-Pejabat Amerika Sertikat menyarankan konsumen untuk tidak makan melon (disebut sebagai cantaloupe yang juga berarti blewah) yang sudah dipotong jika mereka tidak mengetahui sumbernya, pada hari Kamis (30/11).

Saran pejabat kesehatan AS itu seiring dengan meningkatnya jumlah penyakit dan penarikan kembali produk yang terkait dengan wabah salmonella yang mematikan.

Setidaknya 117 orang di 34 negara bagian AS telah terjangkit penyakit dari buah tersebut yang terkontaminasi, termasuk 61 orang dirawat di rumah sakit dan dua orang meninggal, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS. Ada 63 penderita penyakit lainnya, 17 rawat inap dan satu kematian terkait dengan wabah yang sama telah dilaporkan di Kanada.

Penyakitnya parah, dengan lebih dari separuh orang yang terinfeksi dirawat di rumah sakit, termasuk penghuni pusat perawatan jangka panjang dan anak-anak di tempat penitipan anak, kata CDC.

Penarikan produk melon utuh dan yang sudah dipotong sebelumnya telah diperluas ke pasar Kwik Trip, Bix Produce, dan distributor GHGA, yang mengirimkan produk yang ditarik kembali ke Kroger, Sprouts Farmer's Markets, dan toko Trader Joe's di beberapa negara bagian, menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan AS.

Karena besarnya cakupan penarikan dan potensi ketidakpastian mengenai sumber melon, pejabat kesehatan memperingatkan konsumen untuk berhati-hati.

“Jika Anda tidak dapat mengetahui apakah melon yang Anda beli, termasuk melon yang sudah dipotong atau produk yang mengandung melon yang sudah dipotong termasuk dalam penarikan, jangan dimakan atau digunakan dan dibuang,” kata FDA dalam sebuah pernyataan.

Jumlah orang yang terjangkit penyakit ini kemungkinan jauh lebih tinggi dari yang dilaporkan, dan wabah ini mungkin tidak hanya terbatas pada negara-negara yang sudah diketahui mengidap penyakit tersebut. Biasanya diperlukan waktu tiga hingga empat minggu untuk menentukan apakah orang yang sakit merupakan bagian dari wabah.

Kebanyakan orang yang terinfeksi salmonella mengalami diare, demam, dan kram perut dalam waktu enam jam hingga enam hari setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Penyakit biasanya berlangsung empat hingga tujuh hari.

Orang-orang yang rentan, termasuk anak-anak, orang berusia di atas 65 tahun, dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah dapat terserang penyakit parah akibat bakteri ini sehingga memerlukan perawatan medis atau rawat inap. (AP)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home