Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 05:50 WIB | Senin, 04 Juli 2016

Teror Dhaka Bukan ISIS Bangladesh

Militer Bangladesh mengepung restoran dalam serangan kepada kelompok teroris yang membunuh 20 warga negara asing hari Sabtu (2/7) di ibu kota, Dhaka. (Foto: dari indiaexpress.com)

DHAKA, SATUHARAPAN.COM –  Pelaku serangan di sebuah restoran di Dhaka, Bangladesh yang menewaskan 20 orang, bukan dari kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS atau ISIS), tetapi dari kelompok radikal Bangladesh.

Tujuh orang bersenjata menyerang restoran kelas atas di kawasan diplomatik di Dhaka  menyandera dan membunuh 20 pengunjung dan melukai lainnya, pada hari Jumat (1/7). Korban sebagian besar non Muslim, termasuk sembilan warga Italia, tujuh Jepang, satu warga Amerika Serikat dan satu India.

Enam pelaku tewas dalam penyerbuan oleh militer Bangladesh. Tiga di antara mereka belum berusia 22 tahun, dan dinyatakan hilang selama enam bulan.

Menurut pemerintah, seperti diberitakan sejumlah media Bangladesh, para penyerang berasal dari keluarga berada, dan menunjukkan indikasi bahwa radikalisme keagamaan di sana telah menyebar lebih luas.

ISIS mengklaim bahwa kelompok mereka yang melakukan serangan dengan memperingatkan ‘’mereka adalah tentara salib’’, yaitu negara-negara Barat yang dalam pandangan mereka sebagai negara Kristen.

Pemerintah Bangladesh mengatakan bukan kelompok ISIS yang menyerang, namun kelompok radikal keagamaan di dalam negeri Bangladesh. Kelompok itu bertanggung jawab atas sejumlah serangan sektarian dalam 18 bulan terakhir.

Menteri Dalam Negeri Bangladesh, Asaduzzaman Khan, kepada Reuters mengatakan bahwa yang bertanggung jawab atas serangan mematikan itu adalah Jamaat-ul-Mujahidin Bangladesh. Jamaat ini mengklaim mewakili ISIS di negeri itu, tetapi tidak terbukti memiliki hubungan dengan kelompok tersebut.  

Satu tersangka yang sedang dirawat karena luka serius menjadi penting untuk mengungkapkan serangsn mematikan itu, terutama kelompok radikal mana yang bertanggung jawab.

Serangan hari Jumat itu dilakukan  terkoordinasi. Menurut kepala Polisi Bangladesh, Shaidul Haque, para penyerang memerintahkan pengunjung Bangladesh untuk berdiri, dan kemudian mereka menyerang pengunjung asing. Sementara orang Bangladesh diminta menutup mata dan membaca ayat-ayat Al Quran.


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home