Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 11:37 WIB | Kamis, 23 Februari 2023

Tiga Kasus Anak Stunting Ditemukan Lagi di Jakarta

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono ketika meninjau Posyandu di Cempaka Putih, Jakarta, Rabu (22/2). (Foto: Ist)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menemukan tiga kasus anak tengkes (stunting) saat meninjau pemeriksaan kesehatan bulanan di Posyandu Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

"Dari 15 anak yang baru cek kesehatannya di sini, ternyata tiga (anak) sudah masuk 'stunting' dan ini kami harus cepat bergerak," kata Heru di Posyandu Balita Cempaka 3, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (22/2/2023).

Sementara itu, Menkes Budi Gunadi mengibaratkan bahwa kasus tengkes seperti kanker stadium empat yang sulit untuk disembuhkan.

"Karena 'stunting' itu seperti kanker stadium empat, sudah susah dikembalikan. Jadi, kami harus kejar di stadium satu, stadium dua. Karena ini ditimbang tidak enam bulan sekali, timbang harus setiap bulan," kata Menkes Budi.

Menkes Budi juga menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk berencana menurunkan kasus tengkes pada anak hingga di bawah 10 persen, atau melebihi target Presiden Joko Widodo sebesar 24 persen pada 2024.

Sementara itu, Heru Budi Hartono mengimbau agar orang tua dapat disiplin mengontrol tinggi dan berat badan anak setiap bulannya, baik di posyandu maupun puskesmas.

"Kementerian Kesehatan dan Pemprov DKI Jakarta dapat langsung melakukan intervensi memberikan gizi tambahan, seperti asupan protein kepada anak yang masuk kategori tengkes," kata Heru.

Pencatatan Kasus

Pada kesempatan itu Menkes meninjau pemanfaatan Chatbot Whatsapp untuk pencatatan data pengukuran dan penimbangan Balita di Posyandu untuk mencegah stunting.

Menkes Budi mengatakan pengukuran berat badan dan tinggi badan harus dilakukan berdasarkan nama dan alamat anak. Hal itu untuk mempermudah kader Posyandu mengidentifikasi anak-anak mana saja yang punya potensi stunting.

''Kita ingin kalau ada anak berpotensi stunting langsung diberi intervensi berupa makanan berprotein hewani setiap hari,'' katanya.

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home