Loading...
HAM
Penulis: Martahan Lumban Gaol 14:52 WIB | Senin, 18 April 2016

Tragedi 1965, Luhut: Jangan Kira Pemerintah akan Minta Maaf

Simposium Nasional 'Membedah Tragedi 1965, Pendekatan Kesejarahan', di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, hari Senin (18/4). (Foto: Martahan Lumban Gaol)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan Pemerintah tidak memiliki pemikiran untuk meminta maaf terkait tragedi 1965.

Dia mengatakan, Pemerintah tahu langkah terbaik untuk bangsa Indonesia terkait tragedi pembantaian orang-orang yang dituduh komunis dan anggota Partai Komunis Indonesia pada tahun 1965.

“Kami tidak sebodoh itu. Jangan ada pikiran pemerintah akan minta maaf ke sana atau ke sini. Kami tahu apa yang kami lakukan yang terbaik untuk bangsa ini,” kata Luhut saat memberikan kata sambutan dalam acara Simposium Nasional 'Membedah Tragedi 1965, Pendekatan Kesejarahan', di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, hari Senin (18/4).

Dalam kesempatan itu, Luhut juga mengaku kesulitan menyelenggarakan acara Simposium Nasional. Namun, dia menegaskan, acara ini perlu diselenggarakan agar pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Indonesia bisa segera dituntaskan.

“Untuk proses sampai di sini, bukanlah hal yang mudah. Beberapa kali pertemuan untuk melaksanakan kegiatan ini. Terus terang, saya pribadi, pelanggaran HAM harus dituntaskan,” katanya.

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home