Loading...
FOTO
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 17:05 WIB | Minggu, 05 Januari 2014

Umat Islam dan Kristen Malaysia Berebut Kata Allah

Umat Islam dan Kristen Malaysia Berebut Kata Allah
Umat Muslim membawa spanduk selama protes atas penggunaan kata Allah oleh gereja-gereja Katolik di Malaysia, di Kuala Langat Sabtu (4/1). Koalisi kelompok Melayu Muslim merencanakan unjuk rasa di Gereja Our Lady of Lourdes di Klang pada Minggu (5/1) memprotes desakan Kristen menggunakan Allah dan memberikan memorandum untuk mengekspresikan ketidakpuasan mereka. (Foto-foto: dari themalaysiainsider.com)
Umat Islam dan Kristen Malaysia Berebut Kata Allah
Umat Kristen di Sarawak mengucapkan doa-doa khusus pada misa di gereja-gereja di Selangor. Jemaat gereja Our Lady of Lourdes di Klang hari ini Minggu (5/1) tetap menggunakan kata Allah. Menurut pastor paroki Michael Chua, orang harus bebas memilih bahasa mereka untuk Tuhan.
Umat Islam dan Kristen Malaysia Berebut Kata Allah
Kepala penghubung Selangor UMNO Datuk Seri Noh Omar (kemeja merah) berbicara di gedung UMNO di Shah Alam Sabtu (4/1) bahwa Selangor UMNO akan unjuk rasa di gereja di Klang pada Minggu (5/1). Datuk Seri Noh Omar mengecam Pastor Lawrence Andrew, editor mingguan Katolik Herald. Dia mengatakan, Pastor Lawrence, jangan kasar... Jika Anda ingin menunjukkan kepala besar, jangan terkejut jika organisasi non-pemerintah Melayu melakukan mega demonstrasi.
Umat Islam dan Kristen Malaysia Berebut Kata Allah
Pimpinan organisasi Muslim Mohd Khairil Husin berbicara kepada wartawan pada Minggu (5/1), memperingatkan bahwa akan ada protes besar jika Pastor Andrew, tidak meminta maaf atas pernyataannya bahwa gereja-gereja Katolik di Selangor akan tetap menggunakan kata Allah.
Umat Islam dan Kristen Malaysia Berebut Kata Allah
Pastor Lawrence Andrew memberi salam pada jemaat gereja di Port Klang, Selangor pada misa pekan pertama tahun 2014 pada Minggu (5/1) pagi. Dia mengatakan pada jemaat untuk mengabaikan rasa takut atas insiden baru-baru ini yang mempengaruhi orang-orang Kristen di Malaysia.
Umat Islam dan Kristen Malaysia Berebut Kata Allah
Aktivis sosial Datin Paduka Marina Mahathir datang bersama kelompok Sisters in Islam (SIS) memberi dukungan pada jemaat di gereja Our Lady of Lourdes di Klang pada Minggu (5/1).
Umat Islam dan Kristen Malaysia Berebut Kata Allah
Jemaat gereja Katolik Our Lady of Lourdes Klang mendapat dukungan aktivis sosial Datin Paduka Marina Mahathir, yang membawa bunga dan memberikan dukungan moral. Marina adalah anak sulung mantan Perdana Menteri Malaysia Dr. Mahathir Muhamad.

MALAYSIA, SATUHARAPAN.COM - Penggerebekan kantor Bible Society of Malaysia (BSM) di Selangor yang disertai penyitaan Alkitab dan menahan pimpinan BSM menimbulkan aksi protes dari umat Kristen Malaysia dan umat Muslim. Umat Kristen tidak dapat menerima alasan penyitaan sedangkan umat Muslim bersikukuh demi menjaga kemurnian agama Islam.

Pada Kamis (2/1) Jabatan Agama Islam Selangor (Jais) Malaysia mendatangi kantor BSM menyita 300an Alkitab yang berisi kata Allah dan menahan dua pimpinan BSM, Lee Min Choon dan stafnya Simon Wong.

Jais menuduh BSM melanggar dekrit yang dikeluarkan oleh Sultan Selangor yang melarang non Muslim menggunakan kata Allah dalam Alkitab Bahasa Malaysia dan melanggar keputusan pengadilan banding dengan menerbitkan Alkitab dalam Bahasa Malaysia.

Pengadilan banding Malaysia pada 14 Oktober menyatakan bahwa mingguan Herald milik Katolik Malaysia tidak boleh menggunakan kata Allah untuk menyebut Tuhan.

Editor mingguan Herald, Pastor Lawrence Andrew menanggapi keputusan banding itu, dia mengatakan keputusan itu cacat hukum dan beragumen bahwa kata "Allah" telah digunakan secara luas dalam Alkitab Bahasa Melayu selama beberapa dekade tanpa kesulitan.

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home