Loading...
EKONOMI
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 07:28 WIB | Rabu, 26 Februari 2014

Wall Street Turun Akibat Data Lemah dan Prospek JPMorgan

NEW YORK, SATUHARAPAN.COM - Saham-saham di Wall Street berakhir turun pada Selasa atau Rabu (26/2) pagi WIB, menyusul data ekonomi AS yang lemah dan prospek beragam dari JPMorgan Chase tentang beberapa unit bisnis utamanya.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 27,48 poin (0,17 persen) menjadi ditutup pada 16.179,66.

Indeks berbasis luas S&P 500 merosot 2,49 poin (0,13 persen) menjadi berakhir di 1.845,12, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq menyerah 5,38 poin (0,13 persen) pada 4.287,59.

Data datang di bawah ekspektasi. Indeks Case-Shiller untuk harga rumah di 20 kota terkemuka AS turun 0,1 persen pada Desember, penurunan bulanan kedua berturut-turut. The Conference Board mengatakan indeks kepercayaan konsumen jatuh menjadi 78,1 pada Februari dari 79,4 pada Januari.

Mace Blicksilver, direktur Marblehead Asset Management, mengatakan investor juga kecewa dengan komentar dari JPMorgan Chase saat hari investor yang menunjukkan prospek biasa-biasa saja dalam beberapa divisi, termasuk bank investasi dan perdagangan "fixed-income" (pendapatan tetap).

Prospek JPMorgan tampak "sedikit negatif," kata Blicksilver. Sebagai akibatnya, "sektor keuangan sedikit lebih lemah," tambahnya.

JPMorgan turun 1,7 persen, sementara bank investasi Goldman Sachs merosot 1,8 persen dan Morgan Stanley kehilangan 2,0 persen.

Laba dari Home Depot menunjukkan pengecer untuk perbaikan rumah itu terus berkembang, mengalahkan perkiraan dua sen, dan penjualan toko-tokonya naik 4,4 persen. Perusahaan membukukan keuntungan terbesar di Dow hari ini , naik 4,0 persen.

Laba Macy`s 2,31 dolar AS per saham mengalahkan perkiraan sebesar 14 sen, ketika para investor menepis pendapatan yang datang di bawah ekspektasi sebagai akibat dari cuaca buruk yang menutup toko-tokonya. Sahamnya melonjak 6,0 persen.

Saham produsen mobil listrik Tesla Motors menguat 13,9 persen lebih tinggi setelah Consumer Reports menunjuk mobil mewahnya Tesla Model S sebagai kendaraan top 2014 untuk dibeli. Sahamnya juga diuntungkan laporan "bullish" oleh Morgan Stanley.

LinkedIn mengumumkan rencana untuk meluncurkan versi bahasa China situs jejaring profesional online-nya, mengangkat saham perusahaan 5,1 persen.

Perusahaan bioteknologi InterMune meroket 170,8 persen di tengah berita bahwa pengobatan Pirfenidone-nya secara signifikan mengurangi perkembangan idiopatik fibrosis paru dalam sebuah uji coba.

General Motors secara signifikan memperluas penarikan model tertentu dari Chevrolet dan merek lain karena cacat pengapian. Produsen mobil terbesar di AS itu sekarang telah menarik 1,6 juta mobil karena cacat, naik dari 780,000 dua pekan lalu. Sahamnya turun 1,2 persen.

Harga obligasi naik. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS berjangka 10-tahun turun menjadi 2,70 persen dari 2,75 persen pada Senin, sementara pada obligasi 30-tahun turun menjadi 3,66 persen dari 3,71 persen. (AFP)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home