Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 08:50 WIB | Sabtu, 09 Januari 2021

WHO Sangat Kecewa, China Belum Izinkan Tim Ahli Selidiki Asal-usul COVID-19

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Foto: dok. Ist.)

JENEWA, SATUHARAPAN.COM-Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa dia "sangat kecewa" karena China masih belum mengizinkan masuknya tim ahli internasional untuk memeriksa asal-usul virus corona.

Tim beranggotakan 10 orang itu dijadwalkan berangkat pada awal Januari sebagai bagian dari misi yang telah lama ditunggu untuk menyelidiki kasus awal virus corona, pertama kali dilaporkan lebih dari setahun yang lalu di kota Wuhan, China.

"Hari ini kami mengetahui bahwa para pejabat China belum menyelesaikan izin yang diperlukan untuk kedatangan tim di China," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus pada konferensi pers online di Jenewa, hari Selasa (5/1).

"Saya telah melakukan kontak dengan pejabat senior China dan saya sekali lagi menjelaskan bahwa misi adalah prioritas WHO," katanya tentang perjalanan yang katanya diatur dengan Beijing.

Misi tersebut akan dipimpin oleh Peter Ben Embarek, ahli penyakit hewan yang melintasi batas spesies, yang pergi ke China untuk misi pendahuluan bulan Juli lalu.

Dua anggota tim internasional telah memulai perjalanan mereka ke China. Satu sekarang telah kembali dan yang lainnya sedang transit di negara ketiga, kata kepala darurat Mike Ryan. Namun, dia menambahkan: "Kami percaya dan berharap ini hanya masalah logistik dan birokrasi yang dapat diselesaikan dengan sangat cepat."

Narasi Baru China

Menjelang perjalanan tersebut, Beijing telah berusaha untuk membentuk narasi tentang kapan dan di mana pandemi dimulai, dengan diplomat senior Wang Yi mengatakan "semakin banyak penelitian" menunjukkan bahwa hal itu muncul di berbagai wilayah. Ryan sebelumnya menyebut ini "sangat spekulatif".
China telah menepis kritik atas penanganan kasus awal yang muncul pada akhir tahun 2019, meskipun beberapa pihak, termasuk Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah mempertanyakan tindakan Beijing selama wabah tersebut.

Washington, yang telah mengumumkan rencana untuk keluar dari WHO, telah menyerukan penyelidikan "transparan" dan mengkritik persyaratannya di mana para ahli China melakukan penelitian tahap pertama. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home