Loading...
EDITORIAL
Penulis: Redaksi Editorial 10:47 WIB | Jumat, 01 Januari 2021

2020 Tahun Pandemi COVID-19, 2021 Tahun…?

Foto dengan teknik “long time exposure” oleh seseorang yang menulis 2021 dengan kembang api yang dinyalakan untuk menyambut datangnya tahun 2021 di tengah perayaan tahun baru yang gelap di Briesen, Jerman, pada 31 Desember 2020. (Foto: Patrick Pleul/dpa via AP)

SATUHARAPAN.COM-Baru saja kita melewati tahun 2020 dan mulai memasuki hari-hari di tahun 2021. Penyambutan pergantian tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang penuh kemeriahan, tetapi tahun ini dalam kesunyian dan keprihatinan karena pandemi COVID-19.

Tahun 2020 hampir seluruhnya dan di seluruh dunia diwarnai oleh masalah yang berpusat pada pandemi COVID-19 yang telah mempengaruhi bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga ekonomi dan sosial politik, serta masalah pembangunan manusia di mana pendidikan sangat terpengaruh. Dan ini melanda seluruh dunia.

Indonesia, dari angka kasus COVID-19 yang hampir mencapai 750.000 di penghujung tahun 2020 dan lebih 22.000 kasus meninggal, menjadi yang terparah di Asia Tenggara, dan dampak pandemi ini juga terasa dan cukup dalam.

Namun penghujung tahun 2020 ini juga diwarnai oleh mulai digunakannya vaksin untuk membentuk kekebalan tubuh dari virus corona, meskipun ada kekhawatiran masih membayangi karena munculnya varian baru yang terdeteksi pertama di Inggris.

Harapan untuk tahun 2021 di banyak negara juga tampaknya berpusat pada berakhirnya pandemi, dan pulihnya kehidupan, terutama di bidang ekonomi, dan pendidikan bisa berjalan lebih efektif.

Vaksin dan Perubahan Perilaku

Vaksinasi masih menjadi bagian dari harapan itu untuk melawan virus corona, namun dunia masih belum memiliki gambaran yang terang apakah vaksin ini bisa menjangkau seluruh warga bumi ini yang lebih dari tujuh miliar.

Nasionalisme vaksin telah melihat bahwa negara-negara maju hanya berfokus pada kepentingan negaranya sendiri, sementara negara-negara miskin, terutama di Asia dan Afrika masih bertanya-tanya tentang bagaimana mendapatkan vaksin yang terjangkau. Badan PBB dan WHO yang mendorong program vaksin COVAX untuk negara miskin masih belum bisa mencapai kebutuhan dua miliar dosis vaksin.

Indonesia, juga masih terus berjuang untuk memastikan mendapatkan vaksi dari luar dan memproduksi sendiri untuk memenuhi seluruh kebutuhan dalam negeri yang dijanjikan akan diberikan secara gratis untuk seluruh rakyat.

Namun demikian, harapan akan berakhirnya pandemi COVID-19 sebenarnya tidak sepenuhnya tertumpu pada vaksin, melainkan pada perubahan perilaku manusia, yaitu mencegah sekuat mungkin untuk tidak terjadi penularan baru COVID-19. Dan ini hanya bisa diwujudkan dengan menjalankan protokol kesehatan: memakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan.

Sayangnya, kita menyaksikan bahwa di Indonesia kasus baru di penghujung tahun menunjukkan angka yang terus tinggi, mulai dengan angka di atas 8.000. Ini karena protokol kesehatan sering diabaikan. Bahkan libur tahun baru ini menjadi kekhawatiran besar terjadi penularan yang meluas.

Bagaiman Tahun 2021?

Tahun 2021 masih akan diwarnai oleh perjuangan besar melawan pandemi COVID-19. Dan pandemi ini bukan perjuangan bagi pemerintahan saja, tetapi merupakan perjuangan umat manusia di dunia, dan pada setiap individu; atau dalam sekala lebi kecil adalah perjuangan setiap warga di setiap negara.

Tahun 2021 akan menjadi tahun pemulihan jika pemerintah bekerja dengan serius mengatasi pandemi ini, dan stiap warga dengan konsisten juga mencegah setiap peluang terjadinya penularan. Itu sebabnya, pandemi ini hanya akan bisa dikalahkan dengan terbangunnya solidaritas dan persatuan.

Kita prihatin dengan kasus korupsi yang terbongkar di tengah pandemi, dan menyangkut dana bantuan sosial, tetapi kita juga prihatin dengan perilaku yang terus membuat kerumunan yang berpotensi menjadi sarana penularan virus corona. Dan Indonesia belum melihat puncak pandemi ini, sehingga kita belum bisa memprediksi kapan pandemi akan berakhir.

Oleh karena itu, harapan yang terbesar, dan yang perlu diwujudkan dalam perilaku, pada tahun 2021 adalah pemerintah yang bersih dan fokus mengatasi pandemi, dan setiap warga disipin mencegah penularan virus corona. Tanpa itu tahun 2021 juga akan menjadi tahun pandemi, dan bahkan mungkin dengan dampak yang lebih besar, karena kita telah kelelahan dalam setahun ini.

Harapan kita harus kita wujudkan dengan menjadi bagian solusi mengatasi pandemi, bukan menjadi pembuat masalah. Selamat memasuki tahun 2021 semoga menjadi tahun pemulihan dan perbaikan.

Editor : Sabar Subekti

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home