Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 16:17 WIB | Kamis, 08 Oktober 2015

ADB dan RI Bangun Pusat Riset dan Teknologi Energi Bersih

Logo Asian Development Bank (ADB). (Foto: philstar.com)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia dan Asian Development Bank (ADB), pada hari Kamis (8/10) menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of  Understanding/MoU) mengenai pengembangan Pusat Riset dan Teknologi Energi Bersih di Indonesia.

Pusat ini akan mempertemukan pengetahuan dan penelitian tentang energi bersih, memfasilitasi investasi energi bersih, dan membantu menyebarkan solusi teknologi energi bersih yang berasal dari sektor swasta dan publik.

“Penandatanganan MoU untuk pengembangan Pusat Riset dan Teknologi Energi Bersih ini memegang peranan penting karena mendukung upaya pemerintah mencapai target penggunaan energi terbarukan hingga 25 persen di tahun 2025,” kata Menteri ESDM, Sudirman Said sebagaimana dikutip esdm.go.id.

ADB berkomitmen untuk mendukung pemerintah melalui bantuan teknis dan memberikan rekomendasi strategis terkait pengembangan energi terbarukan, termasuk dari mitra internasional lainnya.

"ADB senang untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam mencapai visi bersama dari sektor energi bersih dan berkelanjutan di Indonesia, dan menyambut kerjasama yang signifikan ini dengan pemerintah dan mitra kami," kata Steven Tabor, the Country Director  ADB perwakilan Jakarta.

Pusat ini akan memainkan peran kunci dalam mempercepat tujuan Indonesia untuk memperoleh jumlah pasokan energi yang signifikan dari total kebutuhan energi dari energi terbarukan pada tahun 2025. Hal ini juga akan mendukung tujuan pemerintah memperkuat efisiensi energi, sektor gas, dan bahan bakar bersih, dan dengan demikian memperkuat keberlanjutan keseluruhan sektor energi.

Perwakilan dari  pemerintah, lembaga nasional, energi dan lembaga penelitian, dan sektor swasta akan diberikan sebuah platform umum melalui pusat untuk mengintegrasikan pengetahuan dan penelitian, untuk memfasilitasi investasi, dan untuk membantu dalam penyebaran solusi teknologi inovatif. Pusat ini akan beroperasi pada awalnya sebagai sebuah portal virtual online sampai bangunan fisik yang dibangun di Bali.

ADB, yang berbasis di Manila, didedikasikan untuk mengurangi kemiskinan di Asia dan Pasifik melalui pertumbuhan inklusif ekonomi, pertumbuhan lingkungan yang berkelanjutan, dan integrasi regional. Didirikan pada tahun 1966, ADB beranggotakan 67 negara, termasuk Indonesia. Pada tahun 2014, bantuan ADB mencapai $ 22,9 miliar atau sekitar Rp 300 triliun, yang meliputi pembiayaan bersama dari $ 9,2 miliar atau sekitar Rp 100 triliun.

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home