Loading...
INDONESIA
Penulis: Febriana Dyah Hardiyanti 22:58 WIB | Jumat, 10 Februari 2017

Ahok: Sanksi Tak Naik Kelas Penting Jerakan Pelaku Bullying

Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono (kiri)-Slyviana Murni (kedua kiri), Basuki Tjahaja Purnama (ketiga kiri)-Djarot Saiful Hidayat (ketiga kanan), dan Anies Baswedan (kedua kanan)-Sandiaga Uno (kanan) mengikuti debat ketiga Pilkada DKI Jakarta di Jakarta, Jumat (10/2). Debat ketiga diselenggarakan dengan mengangkat tema Kependudukan dan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Jakarta. (Foto: Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Mengatasi adanya kekerasan di sekolah atau bullying, calon gubernur DKI nomor urut satu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menyatakan harus ada sanksi tegas agar memberikan efek jera.

“Sudah kami berlakukan sanksi di sekolah negeri yang sudah disetujui orang tua dan anak. Kalau ada yang melakukan bullying  atau kekerasan bisa tidak naik kelas setahun atau disarankan untuk pindah sekolah,” kata Ahok, hari Jumat (10/2) malam, dalam Debat Final Pilkada DKI.

Dengan begitu, lanjut dia, tingkat bullying di sekolah menurun. “Sanksi yang mendidik perlu dilakukan,” katanya.

Dalam debat final hari ini, Ahok dan Djarot berjanji akan semakin meningkatkan mutu pendidikan di Jakarta. Selain itu, ia bertekat menjalankan pemerintahan yang berkeadilan sosial yang cakap administrasi.

Dalam debat ketiga, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI mendapatkan pertanyaan dari empat panelis yang terdiri dari Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Komaruddin Hidayat, Penasehat Hak Disabilitas, Thomas Damanik, Sosiolog UI, Mutia, dan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI), Priyono Cipto.

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home