Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 14:52 WIB | Sabtu, 21 Mei 2016

Aksi Demo Gema Demokrasi Tolak Kebangkitan Orba dan Militerisme

Aksi Demo Gema Demokrasi Tolak Kebangkitan Orba dan Militerisme
Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Gema Demokrasi menggelar aksi unjuk rasa menolak kebangkitan Orde Baru dan militerisme di seberang Istana Negara Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Sabtu (21/5). Gema Demokrasi menuntut kepada Presiden Joko Widodo untuk segara menghentikan seluruh pemberangusan kemerdekaan berkumpul, berserikat dan berekspresi dan menjamin kebebasan akademik yang lepas dari segala bentuk militerisme. (Foto-foto: Dedy Istanto).
Aksi Demo Gema Demokrasi Tolak Kebangkitan Orba dan Militerisme
Puluhan massa dari berbagai elemen yang tergabung dalam Gema Demokrasi menggelar aksi unjuk rasa menutut kebebasan berekspresi dengan menolak kebangkitan Orba dan militerisme yang digelar di seberang Istana Negara, Jakarta Pusat.
Aksi Demo Gema Demokrasi Tolak Kebangkitan Orba dan Militerisme
Puluhan massa aksi Gema Demokrasi melakukan longmarch dari Jalan Medan Merdeka Barat menuju Istana Negara dengan menggelar aksi unjuk rasa menolak kebangkitan Orba dan militerisme yang dinilai telah memberangus kebebasan berekspresi.
Aksi Demo Gema Demokrasi Tolak Kebangkitan Orba dan Militerisme
Salah satu peserta aksi berorasi meneriakan tuntutan dalam aksi unjuk rasa yang digelar puluhan massa aksi dari berbagai elemen yang tergabung dalam Gema Demokrasi yang digelar di seberang Istana Negara, Jakarta Pusat.
Aksi Demo Gema Demokrasi Tolak Kebangkitan Orba dan Militerisme
Massa peserta aksi membawa atribut berupa poster yang bertuliskan protes terhadap kebangkitan Orba dan militerisme yang dinilai telah memberangus kebebasan berekspresi dan berorganisasi yang digelar di seberang Istana Negara, Jakarta Pusat.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Gema Demokrasi berunjuk rasa menolak kebangkitan militerisme dan Orde Baru (Orba) yang memberangus kebebasan untuk berdemokrasi yang digelar di seberang Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, hari, Sabtu (21/5).

 “18 Tahun lalu, kita semua turun ke jalan menggemakan enam tuntutan reformasi dari berbagai penjuru, mulai dari buruh tani, mahasiswa, masyarakat miskin kota, dan semua elemen dengan tujuan menurunkan rezim Orba Presiden Soeharto,” kata salah satu peserta aksi saat berorasi.

Pemberangusan kemerdekaan berkumpul, berorganisasi dan berekspresi dinilai bangkitnya kembali Orba dan militerisme di Indonesia. Bahkan kebebasan akademik mulai satu per satu dihadang dengan kekuatan yang dihimpun oleh oligarki.

Gema Demokrasi yang terdiri dari sejumlah elemen lembaga diantaranya Aliansi Jurnalistik Indonesia (AJI), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Sejuk, serta beberapa organisasi serikat buruh mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memulihkan dan menjamin kebebasan akademik yang lepas dari bentuk militerisme.

Selain itu meminta kepada Presiden Jokowi menindak tegas segala bentuk penindakan hukum yang sewenang-wenang dengan melakukan razia buku tanpa melalui proses peradilan, menangkap dan menahan serta mengkriminalisasi aktivis dan gerakan rakyat.

Selain menuntut kebebasan berekspresi, Gema Demokrasi juga meminta kepada Presiden Jokowi selaku Panglima Tertinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) menarik seluruh tentara organik dan menghentikan cara-cara militeristik dan pembungkaman demokrasi dalam penyelesaian konflik di Papua.

Aksi yang digelar sekitar pukul 13.00 WIB melakukan longmarch dari Jalan Medan Merdeka Barat sampai dengan Istana Negara dengan membawa atribut diantaranya spanduk, serta poster bertuliskan tuntutan serta protes.

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home