Google+
Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Reporter Satuharapan 15:35 WIB | Senin, 15 Oktober 2018

Apresiasilah Atlet RI Asian-Para Games, Bukan Cari Kesalahan

Seorang atlet peraih medali Asian Para Games 2018 menunjukkan besaran bonus yang sudah masuk ke rekening tabungannya. (Foto: JAY/Humas/Setkab)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat memberikan apresiasi atas prestasi-prestasi atlet Indonesia, baik di Asian Games maupun di Para Games 2018.

“Mengapresiasi, bukan cari-cari naik sepeda motor melompat saja dicari-cari kesalahannya,” kata Presiden Jokowi saat menghadiri Sidang Terbuka Senat Universitas Kristen Indonesia (UKI) dalam rangka Lustrum XIII, Dies Natalis UKI ke-65, di Kampus UKI, Cawang, Jakarta, Senin (15/10) pagi.

Biasanya, lanjut Presiden, kita rangking 22, ranking 17, ranking 15. Begitu bersatu, kita tidak pernah berbicara yang main badminton itu agamanya apa, yang main silat itu dari provinsi mana, sukunya apa. Kita hanya berbicara satu Indonesia, Indonesia Raya, Merah Putih, nyatanya kita bisa nomor (rangking) empat.

“Tapi yang diramaikan pasti pas yang saya naik motor. Yang diramaikan prestasinya dong, penyelenggaraan yang baik. Naik motor saja diramaikan. Yang diramaikan yang melompat ini. Itu stuntman? Ya pasti stuntman dong, masa Presiden disuruh melompat seperti itu. Yang benar saja. Presiden suruh loncat sendiri. Gila, Bro!!,” ujar Presiden Jokowi.

Peran Sentral

Pada bagian lain orasinya pada Dies Natalis Universitas Kristen Indonesia (UKI) ke-65, Presiden Jokowi menjelaskan, dalam setiap lompatan kemajuan, perguruan tinggi selalu menempati peran sentral. Apalagi tatkala dihadapkan pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Saat ini, lanjut Presiden, kita tahu revolusi industri 4.0 membawa perubahan yang sangat dahsyat. Ia mengutip McKinsey Global Institute yang mengatakan bahwa perubahannya akan kurang lebih 3.000 kali lebih cepat dari revolusi industri yang pertama.

“Artinya apa? Ke depan ini akan ada perubahan-perubahan dunia, perubahan-perubahan yang sangat cepat sekali. Kita tahu artificial intelligenceinternet of things, virtual reality, advance robotic. Perubahannya, kita baru belajar satu muncul yang lain,” ungkap Presiden.

Presiden Jokowi mengatakan, fungsi Perguruan Tinggi melihat perubahan-perubahan sehingga segera menyesuaikan, karena perubahan-perubahan itu akan membawa implikasi  besar terhadap landscape kehidupan sehari-hari, baik landscape sosial dan kultural, landscape politik  baik di tingkat global, nasional, daerah, semuanya juga akan berubah, landscape ekonomi juga akan berubah.

“Sehingga perguruan tinggi juga harus menyesuaikan,” katanya.

Serahkan Bonus

Sebelumnya Presiden Jokowi telah menyerahkan bonus kepada atlet, pelatih, dan asisten pelatih Indonesia yang tampil dalam Asian Para Games 2018, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/10).

Hingga penutupan Sabtu (13/10) malam, jumlah medali yang berhasil diraih Indonesia telah melesat dari target 16 medali emas. Total medali yang diraih atlet-atlet Indonesia dalam Asian Para Games 2018 itu adalah 37 emas, 47 perak, dan 51 perunggu.

Meskipun melebihi target yang telah ditentukan, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi memastikan semua yang terlibat dalam perolehan medali Indonesia, baik atlet, pelatih maupun asisten pelatih akan mendapatkan bonus yang besarannya sama dengan yang diterima atlet-atlet Indonesia pada Asian Games 2018 lalu.

“Nominalnya sama besarnya dengan bonus Asian Games 2018. Adapun rincian bonusnya yakni, untuk perorangan mendapatkan medali emas sebesar Rp1,5 miliar, medali perak Rp500 juta dan medali perunggu Rp 250juta,” kata Menpora pada konferensi pers di Main Press Center, Jakarta, Jumat (12/10) siang.

Bahkan atet-atlet yang tidak mempersembahkan medali pun, menurut Menpora dalam keterangannya kepada wartawan di Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Sabtu (13/10), juga mendapatkan bonus masih-masing Rp20juta. (Setkab)

 

Editor : Melki Pangaribuan

Back to Home