Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 13:37 WIB | Jumat, 30 Oktober 2020

AS Berencana Jual Jet Tempur F-35 ke UEA

Sebuah pesawat F-35 milik Israel terlihat di landasan pacu selama "Blue Flag", dalam sebuah latihan udara yang diselenggarakan oleh Israel dengan partisipasi awak angkatan udara asing, pada 11 November 2019. (Foto: dok. Reuters)

WASHINGTON DC, SATUHARAPAN.COM-Gedung Putih memberi tahu Kongres bahwa pihaknya bermaksud untuk menjual jet tempur F-35 ke Uni Emirat Arab (UEA), kata Kepala Komite Urusan Luar Negeri Kongres, hari Kamis (29/10).

Kesepakatan itu akan membuat 50 jet F-35 dijual ke UEA, kata sumber kepada Reuters.

Anggota Kongres dari Partai Demokrat, Eliot Engel, yang juga Ketua Komite Urusan Luar Negeri Kongres, mempertanyakan langkah tersebut, dengan mengatakan itu akan "secara signifikan mengubah keseimbangan militer di Teluk dan memengaruhi keunggulan militer Israel."

Engel, yang pertama kali terpilih pada tahun 1988, kalah dalam pemilihan pendahuluan di awal tahun dan dia tidak akan dapat dipilih kembali.

Dia mengatakan F-35 adalah "platform siluman yang mengubah permainan," dan meminta Kongres untuk mempelajari penjualan dengan hati-hati. “Terburu-buru dalam penjualan ini bukanlah kepentingan siapa pun,” katanya.

Engel berulang kali mengatakan penjualan jet tempur ke UEA harus memastikan apa yang disebut sebagai keunggulan militer kualitatif Israel.

“Terakhir, transfer senjata ini ke satu negara Arab pasti akan menimbulkan tuntutan dari negara lain di kawasan itu. Akankah harga normalisasi dengan Israel menjadi infus senjata canggih? Apakah ini bijaksana?” dia bertanya.

Israel awalnya menolak keras penjualan itu, tetapi menolaknya setelah apa yang digambarkannya sebagai jaminan AS bahwa superioritas militer Israel akan dipertahankan.

Washington dan UEA bertujuan untuk memiliki surat persetujuan untuk jet F-35 pada saat Hari Nasional UEA dirayakan pada 2 Desember, menurut laporan Reuters bulan lalu.

Langkah itu dilakukan setelah kesepakatan perdamaian tiga arah yang ditengahi oleh AS antara UEA, Bahrain dan Israel, yang dikenal sebagai "Abraham Accords."

Editor : Sabar Subekti

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home