Loading...
DUNIA
Penulis: Melki Pangaribuan 15:16 WIB | Jumat, 04 September 2015

AS Imbau Keluarga Tentara dan Diplomat Tinggalkan Turki

AS Imbau Keluarga Tentara dan Diplomat Tinggalkan Turki
Lokasi Pangkalan Udara Incirlik, Turki. (Foto: google maps)
AS Imbau Keluarga Tentara dan Diplomat Tinggalkan Turki
Sebuah pesawat tempur Angkatan Udara Turki yang bermuatan misil lepas landsas dari Incirlik Air Base, di pinggiran kota Adana, Turki tenggara pada 28 Juli 2015. Setelah sempat ragu-ragu selama beberapa bulan, pesawat tempur Turki pekan lalu mulai menyerang militan di Suriah dan setuju untuk mengizinkan AS melancarkan serangannya sendiri dari Incirlik Air Base. Dalam rentetan serangan lintas perbatasan, Turki tidak hanya menargetkan kelompok ISIS tetapi juga para pejuang Kurdi yang berafiliasi dengan pasukan yang memerangi ISIS di Suriah dan Irak. (Foto: AFP)

WASHINGTON, SATUHARAPAN.COM - Washington, hari Kamis (3/9), mengimbau keluarga tentara dan diplomat yang ditempatkan di Turki selatan untuk meninggalkan Turki saat Amerika Serikat meningkatkan serangan terhadap Negara Islam (ISIS).

Para pejabat mengatakan langkah itu memengaruhi sekitar 900 anggota keluarga dari tentara yang ditugaskan di Incirlik Air Base sekitar lima kilometer dari Kota Adana. Imbauan itu juga berlaku bagi kerabat staf konsulat AS di Kota Adana.

Pengumuman dari Pentagon dan Kementerian Luar Negeri tersebut muncul sehari setelah pesawat-pesawat Turki untuk kali pertama turut bergabung dalam serangan udara koalisi pimpinan AS terhadap ISIS di Suriah.

Turki sudah mengambil langkah sementara dengan begabung dalam serangan balasan dengan mengizinkan pesawat-pesawat militer AS menggunakan Incirlik sebagai basis serangan terhadap ISIS.

Juru bicara Pentagon, Peter Cook, menegaskan imbauan evakuasi secara sukarela itu tidak dipicu insiden baru.

“Ini dilakukan dengan sangat hati-hati dan dari sisi operasional kami tentu saja beberapa hal sedikit berubah di Incirlik. Ini merupakan pangkalan udara aktif yang melancarkan sejumlah operasi militer, dan kami sangat aman berada di sini,” katanya kepada wartawan.

Pengumuman itu tidak mewajibkan keluarga tentara dan diplomat untuk meninggalkan Turki, namun bagi mereka yang memilih pulang akan mendapatkan kompensasi atas biaya tiket perjalanan mereka.

Pengumuman itu tidak diperluas bagi sejumlah keluarga personel di lokasi lainnya di Turki. Sedangkan Kementerian Luar Negeri mengatakan konsulat AS di Adana akan terus beroperasi seperti biasa. (AFP)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home