Loading...
INDONESIA
Penulis: Tya Bilanhar 19:41 WIB | Senin, 26 Juni 2017

Buku Ajaran ISIS untuk Anak-anak Ditemukan di Medan

Polisi mengangkat peti jenazah Aiptu Martua Sigalingging yang dibunuh oleh dua tersangka yang diduga anggota ISIS pada hari raya Idul Fitri (25/06) di Medan, Sumatera Utara (Foto:EPA)

MEDAN, SATUHARAPAN.COM - Buku-buku berisi ajaran kelompok ekstremis Islam, ISIS, yang ditujukan kepada anak-anak ditemukan di rumah tersangka pelaku penikaman polisi di Medan.

Hal itu dikatakan oleh Kabid Humas Polda Sumut,  Kombes Pol Rina Sari Ginting.

Polisi juga diberitakan menggerebek sebuah percetakan di kota itu, yang diduga tempat mencetak buku tersebut.

Penggerebekan percetakan dilakukan oleh tim gabungan Polda Sumut dan Densus 88  Minggu (25/6) sore.

Menurut keterangan Rina Ginting, buku-buku tersebut berisi doktrin yang diduga mengajarkan paham ISIS. Ditemukan sebanyak 155 buah buku dan masih diselidiki apakah buku itu sudah sempat menyebar atau baru sebatas dicetak.

Polisi mengamankan  empat orang terkait dengan percetakan tersebut.

Serangan terhadap pos polisi di Medan pada hari Minggu (25/06) dilakukan oleh dua orang dengan melakukan penikaman hingga menewaskan Aiptu Martua Sigalingging yang sedang berjaga. Polisi telah menembak mati salah seorang tersangka dan menangkap tersangka lainnya.

Istri tersangka yang ditangkap mengatakan kepada polisi, suaminya pergi ke Suriah selama enam bulan pada 2013. Polisi sedang menyelidiki hal tersebut.

Kepolisian meyakini para tersangka adalah bagian dari Jemaah Ansharut Daulah (JAD), sebuah organisasi yang masuk dalam daftar kelompol teroris pendukung ISIS, dan di Indonesia memiliki 100-an pengikut.

"Kami dapat melihat ini dari pola serangan mereka," kata Rina Ginting.

Menurut dia, buku-buku yang ditemukan di rumah tersangka yang ditangkap, ditulis dalam Bahasa Indonesia, dan memuat gambar serta pesan-pesan untuk mendukung kematian dalam jihad atau perang suci.

Ditambahkan, buku-buku itu tampaknya didisain dan diterbitkan oleh tersangka.

Polisi meyakini tersangka bukan hanya bermaksud membunuh polisi pada serangan penikaman hari Minggu itu tetapi juga ingin merampas senjata.

Sebanyak 12 orang telah diperiksa sehubungan dengan serangan ini, satu diantaranya telah menjadi tersangka dan dituduh telah membantu pelaku serangan dengan melakukan survei terhadap kantor polisi.

Polisi juga sedang menyelidiki apakah penyerang tersebut terkait dengan tiga militan tersangka yang ditangkap oleh polisi pada 6 Juni lalu di kawasan itu.

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home