Google+
Loading...
FLORA & FAUNA
Penulis: Dewasasri M Wardani 14:44 WIB | Senin, 09 April 2018

Bunga Mentega, Beracun tetapi Berpotensi Antikanker

Bunga mentega (Nerium oleander, L.). (Foto: plantmaster.com)

SATUHARAPAN.COM – Bunganya yang cantik menyebabkan tumbuhan ini ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan atau di kompleks perumahan. Bunganya yang cantik juga dapat mengobati kejenuhan jika Anda berkendaraan sepanjang Tol Jagorawi.

Bunga mentega yang juga disebut oleander ini dapat tumbuh tegak hingga 6 m. Cabangnya berwarna hijau keabu-abuan. Jika dipatahkan batang akan menghasilkan getah berwarna putih. Bunga dari tanaman ini cukup banyak dan mengeluarkan aroma harum. Mahkota bunganya ada yang berwarna merah tua, merah muda, putih, hingga ungu.

Bunga mentega atau oleander secara historis, menurut Wikipedia, dianggap sebagai tanaman beracun, karena beberapa senyawanya mungkin menunjukkan toksisitas. Di antara senyawa-senyawa itu adalah oleandrin dan oleandrigenin, yang dikenal sebagai glikosida jantung, yang dikenal memiliki indeks terapeutik yang sempit dan dapat menjadi racun ketika dicerna.

Getahnya bisa menyebabkan iritasi pada kulit, radang pada mata, dan reaksi alergi yang ditandai oleh dermatitis (radang infeksi kulit).

Daun bunga mentega dikutip dari ccrc.farmasi.ugm.ac.id, memiliki rasa pedas, pahit, dingin, dan beracun. Namun, berkhasiat menguatkan jantung (Kardiotonik), peluruh kemih (diuretik), peluruh dahak (ekspektoran), peluruh keringat, mematikan serangga (insektisida), antibakteri, antijamur.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr Ozel, kepala departemen bedah di Mugla State Hospital of Turkey, yang dikutip dari globalhealingcenter.com, menemukan bahwa ekstrak daun bunga mentega, berguna dalam mengobati pasien kanker.

Ekstrak daun bunga mentega ini, dikenal dengan nama Nerium Oleander Extract (NOE), mengandung asam ursolat dan oleandrin, beta-sitosterol, quercetin, dan asam linoleat. Pada tahun 1992, penelitian Dr Ozel, “Nerium Oleander Extract (NOE)”, kemudian dipatenkan, diberi merek dagang sebagai Anvirzel.

Pemerian Botani Bunga Oleander

Tumbuhan ini, dikutip dari ccrc.farmasi.ugm.ac.id, berasal dari India, tumbuh pada ketinggian 1-700 meter di atas permukaan laut, tahan terhadap cuaca panas dan kekeringan. Tumbuhan ini berbentuk perdu tegak, tinggi 2-5 m, merupakan tanaman hias yang ditanam di halaman rumah dan kadang kala ditanam di pinggir jalan.

Daunnya berbentuk garis lanset, tebal, bertangkai agak membengkok dengan ibu tulang yang menonjol. Warna daun bagian atas hijau tua dan bagian bawah hijau muda, ujung dari pangkal daun runcing dan tepinya rata.

Bunga berbentuk malai di ujung ranting dengan mahkota berbentuk corong, tabung pada pangkalnya sempit, berwarna merah muda dan putih. Buah berbentuk panjang, bulat beralur memanjang dengan banyak biji yang berambut. Perbanyakan tumbuhan ini dapat dilakukan dengan stek batang.

Tanaman bunga mentega menurut Wikipedia  adalah suatu semak belukar pohon yang selalu hijau atau pohon kecil dalam keluarga Apochynaceae. Selain dikenal dengan nama ilmiah Nerium oleander, L., tanaman ini juga dikenal dengan nama sinonim Nerium indicum, Mill.

Sumber lain, seperti disebutkan di Wikipedia menyebutkan bunga ini merupakan bunga asli dari Afrika Utara, Asia bagian Utara, dan Mediterania Timur. Tanaman ini tumbuh dengan baik pada daerah kering beriklim hangat dan dapat dibudidayakan di berbagai daerah.

Oleander memiliki banyak nama daerah, seperti jure (Jawa), kenyeri (Bali), kembang mentega, bunga mentega, oleander (Melayu). Di luar negeri, oleander dikenal juga dengan berbagai nama lokal, seperti jia zhu tao (Tiongkok), adelfa, baladre (Prancis), rose bay, dog bane, south sea rose, oleander, ceylon tree (Inggris), adelfa, neriam wangi (Malaysia), zakum (Turki), zaqqum (Arab), arali (Tamil).

Manfaat Herbal Bunga Mentega

Bunga mentega, dikutip dari thetruthaboutcancer.com, memiliki beberapa senyawa. Selain asam ursolat dan oleandrin, bunga mentega atau oleander juga mengandung beta-sitosterol, quercetin, dan asam linoleat.

Menurut beberapa penelitian, dikutip dari ccrc.farmasi.ugm.ac.id, tanaman ini mengandung zat aktif pada oleander, daun mengandung oleandrin, oleandrigenin, 16-acetylgitoxigenin, oleandros, neriantin, adynerin, deacetyloleandrin, rutin, dambonitol. Beberapa aktivitas telah banyak dilaporkan antara lain sebagai antikanker, diuretika, antiskabies, mengobati herpes, juga antibakteri, antijamur, ekspektoran, insektisida, bengkak, penguat jantung.   

Daun bunga mentega dikutip dari ccrc.farmasi.ugm.ac.id, secara empiris telah digunakan sebagai antikanker oleh bangsa Pakistan. Pathak dkk, dari Departemen Biologi Kanker, Universitas MD Anderson Cancer Center, Houston AS, meneliti ekstrak bunga mentega,  yang dapat menginduksi kematian sel kanker pada manusia, dapat menghambat perkembangan kanker prostat.

Menurut penelitian Mc Conkey, dkk, dari Department of Cancer Biology, Universitas Texas MD Anderson Cancer Center, Houston, pada 2000, disebutkan bahwa senyawa yang tergolong dalam glikosida jantung dapat menstimulasi Ca2+ dan menaikkan apoptosis pada kanker prostate.

Penelitian serupa menyebutkan oleandrin merupakan glikosida jantung yang telah digunakan untuk mengobati kelainan jantung di Rusia dan Tiongkok.

Menurut penelitian Sunnil K Manna dkk, dari Laboratorium Riset Cytokine, Pusat Bioimmunoterapi dan Farmasi  Universitas Texas, Houston, disebutkan bahwa oleandrin dapat memberikan dasar molekuler untuk kemampuan oleandrin dalam menekan peradangan dan mungkin tumorigenesis dan  proses inflamasi.

Tim penelitian dari Fakultas Kedokteran dan Farmasi  Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, meneliti  sitotoksisitas oleandrin hasil isolasi dari daun Nerium indicum, Mill., terhadap beberapa kultur sel kanker manusia. Hasil penelitian menyimpulkan oleandrin mempunyai efek sitotoksik terbesar pada kanker payudara.

Tim peneliti Balai Litbang P2B2 Donggala, Sulawesi Tengah,  Badan Litbang Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, dikutip dari ejournal.litbang.depkes.go.id, meneliti daya bunuh ekstrak daun Nerium oleander, L., terhadap larva nyamuk Aedes aegypti dan Culex quinquefasciatus.

Penelitian dilakukan untuk menentukan besarnya daya bunuh ekstrak daun bunga mentega. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun bunga mentega lebih efektif terhadap larva nyamuk Culex quinquefasciatus dari pada Aedes aegypti.

Pemerintah Afrika Selatan saat ini, dikutip dari  globalhealingcenter.com, mendukung penggunaan ekstrak bunga mentega sebagai pengobatan untuk HIV. Demikian pula, banyak universitas dan lembaga di negara itu, menggunakan ekstrak bunga mentega untuk pengobatan bagi penderita kanker.

Editor : Sotyati

Back to Home