Loading...
SAINS
Penulis: Reporter Satuharapan 21:08 WIB | Kamis, 26 Oktober 2017

Cile Akan Larang Kantong Plastik di Pesisir

Anak-anak bermain di samping sungai yang penuh sampah di Manila pada 23 Januari, 2016. Jumlah sampah plastik akan lebih besar daripada ikan di lautan pada tahun 2050 kecuali dunia mengambil tindakan drastis untuk mendaur ulang bahan, sebuah laporan memperingatkan pada 19 Januari, pada hari pembukaan pertemuan tahunan di resor Swiss Davos. (Foto: AFP)

SANTIAGO, SATUHARAPAN.COM - Presiden Cile Michelle Bachelet menandatangani sebuah rancangan undang-undang pada Rabu (25/10) yang berusaha melarang penggunaan kantong plastik di lebih dari 100 wilayah pesisir, dalam upaya menghentikan akumulasi sampah plastik di laut.

Bachelet mengatakan langkah tersebut bertujuan untuk menjaga ekosistem laut.

"Ikan kita mati karena mengonsumsi plastik atau tercekik, ini adalah tugas yang mengharuskan setiap orang berkolaborasi," katanya dalam sebuah pidato di resor selancar Pichilemu, 200 kilometer barat daya ibu kota Santiago.

Selain melarang penggunaan kantong plastik di 102 desa dan kota pesisir, undang-undang tersebut juga akan memungkinkan daerah-daerah non-pesisir bergabung dalam proyek tersebut demi membatasi atau menghilangkan penggunaan kantong plastik tersebut.

The World Wildlife Fund (WWF) mengatakan langkah tersebut "menandai tonggak sejarah yang sangat penting bagi Cile dan membuka pintu bagi seluruh negara untuk mengucapkan selamat tinggal pada kantong plastik."

"Kami berharap bahwa anggota parlemen akan secara transversal mendukung inisiatif ini yang baik untuk negara ini," kata Ricardo Bosshard, kepala WWF Cile.

Sebuah studi pada 2015 yang diterbitkan di majalah Amerika Science memperkirakan bahwa delapan juta ton plastik dibuang ke laut setiap tahunnya. (AFP/antaranews.com

 

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home