Loading...
MEDIA
Penulis: Sabar Subekti 09:04 WIB | Sabtu, 16 Januari 2021

EMA: Data Rahasia Evaluasi Vaksi Diretas dan Bocor di Internet

Philipp Hoffmann, staf dari perusahaan biofarmasi Jerman, CureVac, mendemonstrasikan alur kerja penelitian tentang vaksin untuk virus corona (COVID-19) di laboratorium di Tuebingen, Jerman, pada 12 Maret 2020. (Foto: dok. Reuters)

SATUHARAPAN.COM-Beberapa akun email internal dan rahasia tentang proses evaluasi vaksin COVID-19 telah bocor di internet dalam serangan dunia maya terhadap European Medicines Agency yang diungkapkan bulan lalu, kata regulator pada hari Jumat (15/1).

Badan pengawas obat dari Uni Eropa (EMA/European Medicines Agency) tidak memberikan rincian lebih lanjut, tetapi menyebutkan sangat kritis terhadap dampaknya. “Beberapa korespondensi telah dimanipulasi oleh pelaku sebelum dipublikasikan dengan cara yang dapat merusak kepercayaan pada vaksin,” katanya.

Namun, itu meredakan kekhawatiran seputar prosesnya, terutama pada saat meningkatnya tingkat infeksi di Eropa membuat persetujuan vaksin menjadi kebutuhan mendesak.

"Selalu ada konsensus di seluruh Uni Eropa untuk tidak mengkompromikan standar kualitas tinggi... Otorisasi diberikan ketika bukti menunjukkan secara meyakinkan bahwa manfaat vaksinasi lebih besar daripada risiko vaksin," kata pengawas.

Upaya peretasan terhadap layanan kesehatan dan organisasi medis telah meningkat selama pandemi, karena penyerang mulai dari mata-mata yang didukung negara hingga penjahat dunia maya memburu informasi berharga.

EMA sejauh ini belum menyebutkan pihak ketiga mana pun yang terkena dampak pelanggaran tersebut, tetapi Pfizer dan BioNTech telah menyatakan bahwa dokumen mereka telah diakses dalam serangan cyber tersebut. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti

BPK Penabur-Start Up
Zuri Hotel
Back to Home