Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 17:07 WIB | Rabu, 25 Januari 2017

Gubernur Sayang Mart Terobosan Ekonomi Kerakyatan

Ilustrasi. Calon konsumen memilih pakaian khas Tionghoa di Pasar Imlek Semawis, Semarang, Jawa Tengah, hari Rabu (25/1). Pasar Imlek Semawis merupakan kegiatan tahunan untuk menyambut Tahun Baru Imlek yang digelar di kawasan Pecinan Semarang. (Foto: Antara/R Rekotomo)

MAKASSAR,S ATUHARAPAN.COM - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop dan UKM) Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga , mengatakan Koperasi Gubernur Sayang Mart yang digagas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo merupakan bentuk terobosan ekonomi kerakyatan.

"Saya tertarik melihat Gubernur Sayang Mart, ini adalah sebuah pemikiran yang patut direspon dengan baik, ini merupakan terobosan ekonomi kerakyatan," kata Anak Agung usai meresmikan Gedung KUMKM Center dan Launching Kampung Digital UKM di Makassar, hari Rabu (25/1).

Gedung tersebut, sekaligus merupakan gedung pusat distribusi "Koperasi Diyal Mandiri" yang bermitra dengan Koperasi Gubernur Sayang Mart.

Salah satu konsep yang menarik terkait Gubernur Sayang Mart ini, kata Menkop UKM adalah koperasi ini berfungsi sebagai distribusi dan membeli barang dengan harga pabrikan.

"Kata kuncinya adalah membeli dengan harga pabrikan dan distribusi, sehingga dapat bersaing dengan retail modern," katanya.

Model koperasi distribusi seperti Gubernur Sayang Mart ini, kata dia, merupakan inspirasi yang dapat dikembangkan di seluruh Indonesia.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel Syamsu Alam Ibrahim menjelaskan bahwa Gubernur Sayang Mart ini merupakan koperasi percontohan di seluruh kabupaten/kota yang dibentuk Pemprov Sulsel melalui Pergub Nomor 18 Tahun 2016 tentang Koperasi Inti dan Koperasi Unggul.

"Pembinaan koperasi ini melibatkan BUMN dan BUMD di masing-masing kabupaten/kota," katanya.

Sementara itu Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan Pemprov Sulsel terus berupaya mendorong koperasi dan UKM untuk bisa berjalan. Apalagi, jika hanya dengan pendekatan modern retail, justru akan mematikan pasar tradisional dan pedagang kecil.

"Saya telah mengeluarkan edaran, bupati dan wali kota jangan mendahulukan ritel modern dibanding pasar tradisional. UKM dan Koperasi menjadi pilihan agar akselerasi ekonomi yang ada bisa didorong lebih baik," kata Syahrul. (Ant)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home