Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Sotyati 12:53 WIB | Jumat, 14 Februari 2020

Gus Kikin, Pengasuh Pesantren Tebuireng Penerus Gus Sholah

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz yang akrab dipanggil Gus Kikin. (Foto: Sotyati/Satuharapan.com)

SATUHARAPAN.COM – Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang, KH Salahuddin Wahid yang lebih dikenal dengan Gus Sholah, meninggal dunia 2 Februari yang lalu. Kini, KH Abdul Hakim Mahfudz, sebelumnya Wakil Pengasuh Pesantren Tebuireng, dipercaya untuk meneruskan perjuangan Gus Sholah.

Apa yang menjadi prioritas Gus Kikin dalam mengembangkan pondok pesantren terbesar di Kota Jombang, yang tepatnya terletak di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, dan didirikan KH Hasyim Asy'ari pada tahun 1899 ini? Gus Kikin menjawab pertanyaan Satuharapan.com melalui media sosial pada 12 Februari 2020.

“Pertama kali kami akan konsolidasikan organisasi yang ada agar semua solid dalam melangkah. Selanjutnya kami akan lebih banyak menitikberatkan pada kegiatan belajar-mengajar, untuk mengimbangi pembangunan fisik yang beberapa tahun terakhir ini cukup banyak,” katanya.

“Pendidikan agama adalah yang paling mendapat prioritas, yang di dalamnya adalah pendidikan akhlak bagi para santri Tebuireng,” ia menambahkan.

Seperti dilaporkan nu.or.id, dalam kesempatan memberikan sambutan di kompleks pemakaman keluarga Pesantren Tebuireng pada pemakaman Gus Sholah, Gus Kikin menyebut Gus Sholah sebagai sosok yang ikhlas dalam meningkatkan kualitas pesantren, sehingga sampai saat ini prestasi Pesantren Tebuireng demikian membanggakan.

Selama dipimpin cucu KH M Hasyim Asy’ari itu, Pesantren Tebuireng telah mempunyai 15 cabang di seluruh Indonesia. Selain Pesantren Tebuireng Pusat di Tebuireng, Cukir, Jombang, berdiri Tebuireng II di Jombok, Ngoro, Jombang.

Pesantren Tebuireng III, Hajarun Najah, terletak di Indragiri Hilir, Riau; Tebuireng IV, al-Islah di Indragiri Hulu, Riau; Tebuireng V Ma’had Aly Bina Ummah, di Cianjur; Tebuireng VI, di Ciganjur, Jakarta.  

Tebuireng VII, Miftakhul Khoir, Bolaang Mongondow Timur, Sulut; Tebuireng VIII, Petir, Serang, Banten; Tebuireng IX, al-Kamal, Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara; Tebuireng X, al-Hijaz, Rejang Lebong, Bengkulu; Tebuireng XI di Ambon Maluku;  Tebuireng XII, Darul Shalihin, Tulang Bawang Barat, Lampung; Tebuireng XIII di Pandeglang, Banten; Tebuireng XIV, Madani, Bintan, Kepulauan Riau; serta Tebuireng XV di Samarinda, Kalimantan Timur.     

“Kami akan lanjutkan semuanya. Banyak kebutuhan, banyak hal yang harus kami lakukan. Kebutuhan pendidikan, kami tetap lanjutkan itu,” kata Gus Kikin.   

Berkat jasa almarhum, Pesantren Tebuireng berkembang sangat pesat. “Saya banyak belajar dari beliau,” katanya.

Cicit Hadratus Syaikh KH M Hasyim Asy’ari

Gus Kikin, kelahiran 17 Agustus 1958, adalah cicit KH M Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Ia adalah putra almarhum KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma’shum. Ibunya adalah putri Nyai Hj Khoiriyah Hasyim, putri sulung Hadratus Syaikh KH M Hasyim Asy’ari yang diperistri KH Ma'shum Ali, ahli falak asal Gresik dan pengarang kitab Amtsilah Tasrifiyah.  

Sedangkan ayahnya adalah putra KH Anwar bin Alwi, pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyi’in Paculgowang, Jombang. Dari jalur ayah ini, menurut nu.or.id, Gus Kikin masih adik sepupu KH Anwar Manshur, pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Lirboyo, yang saat ini menjabat Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim.  

Pada Januari 2016, cicit KH M Hasyim Asy’ari ini mengenang, diminta Gus Sholah membantu ikut mengasuh Pesantren Tebuireng. Kalau terjadi suksesi, ia diminta melanjutkan.  

Pemilihannya sebagai Pengasuh Pesantren Tebuireng, menurut Gus Kikin, dilakukan Gus Sholah melalui musyawarah keluarga, dengan melibatkan seluruh keturunan KH M Hasyim Asy’ari, selaku pendiri pesantren.  

Mengutip nu.or.id, 200 lebih anggota keluarga Pesantren Tebuireng dikumpulkan Gus Sholah pada 2016. Setiap orang yang datang diminta menyampaikan usulan soal siapa sosok yang tepat menjadi Pengasuh Tebuireng selanjutnya.  

Berbagai usulan sekaligus kriteria calon pengasuh, dibahas oleh tim khusus yang terdiri atas sembilan orang perwakilan keturunan KH M Hasyim Asy’ari. “Tahun 2016 itu akhirnya saya diminta Gus Sholah, dan saya siap,” kata Gus Kikin, yang sebelumnya adalah pengusaha di bidang minyak dan gas bumi dan pemilik BBS TV Surabaya.

Editor : Sotyati

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home