Google+
Loading...
FOTO
Penulis: Reporter Satuharapan 00:36 WIB | Selasa, 22 Oktober 2019

Hari Santri Amanatkan Sebar Islam Kasih Sayang

Hari Santri Amanatkan Sebar Islam Kasih Sayang
Santriversary 2019 menjadi malam peringatan Hari Santri Nasional di Lapangan Banteng, Jakarta, Senin malam (21/10/2019). (Foto-foto: Antara)
Hari Santri Amanatkan Sebar Islam Kasih Sayang
(kiri-kanan) Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Sekjen Kemenag Mohamad Nur Kholis Setiawan dalam acara Santriversary 2019 di Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (21/10/2019).
Hari Santri Amanatkan Sebar Islam Kasih Sayang
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kanan) saat memimpin doa bersama ribuan warga. Khofifah menginstruksikan ke masyarakat setempat mengheningkan cipta selama 60 detik pada Selasa, 22 Oktober, pada pukul 08.00 WIB, dalam rangka memperingati Hari Santri. Instruksi tersebut tertuang pada Surat Edaran Nomor : 003.3/78/033/2019 tentang Hari Santri di Provinsi Jawa Timur yang diterbitkan pada 18 Oktober 2019. Surat edaran sudah disebarkan ke jajaran Forkopimda Jatim, Bupati/ Wali Kota se-Jatim, kepala OPD Jatim, kepala kanwil, Dirut BUMN/BUMD, pimpinan perusahaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi masyarakat dan segenap warga Jatim.
Hari Santri Amanatkan Sebar Islam Kasih Sayang
Suasana peringatan malam puncak Hari Santri 2019 di Masjid KH Hasyim Asy'ari, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin. (21/10/2019). Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak ribuan santri jamaah Masjid KH Hasyim Asy'ari, Cengkareng, Jakarta Barat, untuk berperan menjaga kerukunan bangsa Indonesia.
Hari Santri Amanatkan Sebar Islam Kasih Sayang
Santriwan dan santriwati Bantul, DIY membersihkan lingkungan Sungai Winongo di bawah jembatan wilayah Niten, Jalan Bantul dalam rangka peringati Hari Santri Nasional (HSN) 2019.
Hari Santri Amanatkan Sebar Islam Kasih Sayang
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menginstruksikan agar para pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) pria di lingkungan Pemerintah Purwakarta memakai sarung dan peci atau pakaian ala santri pada Hari Santri Nasional Selasa (22/10). "Para pejabat serta pegawai diwajibkan mengenakan pakaian muslim. Untuk pejabat laki-laki, memakai baju koko komplit dengan sarung dan peci. Untuk pejabat perempuan, menyesuaikan atau menggunakan gamis," katanya, di Purwakarta, Senin (21/10/2019).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan pada malam peringatan Hari Santri di Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (21/10) malam, meminta para santri dapat menebarkan Islam kasih sayang.

Kementerian Agama menggelar Santriversary 2019 sebagai malam puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) dengan mengangkat tema "Syiar dan Syair Perdamaian."

Habib Jindan dalam acara Santriversary itu mengatakan para santri dapat berakhlak baik yang merupakan cerminan dari ilmu agamanya.

"Ilmu dan agama yang asli akan memunculkan sikap tawadhu dan penuh kasih sayang kepada sesama," kata dia.

Soal menggali ilmu agama, Jindan mengimbau santri berhati-hati dalam memilih guru. Karena banyak ustadz saat ini yang materinya justru memprovokasi.

Kepada sekitar dua ribu santri yang hadir, dia menekankan pentingnya ilmu bagi kehidupan berbangsa dan bernegara secara damai.

“Ilmu dan takut kepada Allah itu tak terpisahkan. Yang mengklaim berilmu tetapi tidak tercermin dalam sikap maka ilmunya palsu," kata dia.

Peringatan malam Santriversary dalam rangka Hari Santri Nasional itu dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, utusan kedutaan besar negara sahabat serta para pengasuh pesantren dari berbagai daerah di Indonesia.

Menag Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan renungan tentang Hari Santri. Kegiatan juga diisi dengan tausiyah dari KH Ahmad Muwaffiq (Gus Muwaffiq).

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengatakan pesantren adalah center of excellent yang menjadi pusat pendidikan, keagamaan dan kebangsaan.

Kamaruddin mengatakan apabila perihal agama ada di tangan santri seperti saat ini maka Indonesia akan meraih kedamaian. “Karena cinta Tanah Air dan moderasi beragama telah sukses menjadi bagian dari identitas santri," kata dia.

Santri, kata dia, akan terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keberagamaan dan kebangsaan. “Panorama Islam Indonesia diukir dan dilestarikan oleh kaum santri ini," kata dia.

Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober setiap tahunnya. Peringatan HSN ditetapkan Presiden Joko Widodo pada 22 Oktober 2015 dengan mengambil momentum resolusi jihad yang difatwakan KH Hasyim Asy’ari dari Pesantren Tebu Ireng, Jombang. (Ant)

 

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home