Loading...
INDONESIA
Penulis: Endang Saputra 11:14 WIB | Senin, 21 Maret 2016

Helikopter TNI Jatuh di Poso sebab Cuaca Buruk

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman. (Foto: Puspen TNI)

SATUHARAPAN.COM – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman menjelaskan bahwa jatuhnya helikopter TNI Angkatan Darat akibat cuaca buruk.

Dalam keterangan pers, Minggu (20/3) ia membenarkan bahwa pada Minggu sekitar pukul 17.55 WITA telah terjadi musibah, yaitu helikopter milik TNI AD jenis Bell 412 EP dengan nomor HA 5171 jatuh. Personel TNI di dalamnya sedang melaksanakan tugas operasi perbantuan kepada Polri di Poso Pesisir Selatan, Kab Poso Sulawesi Tengah.

Menurut Tatang, penyebab kecelakaan sementara diduga karena faktor cuaca. Namun demikian hingga saat ini, penyebab jatuhnya helikopter tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

Secara singkat ia menjelaskan bahwa sekitar pukul 17.20 WITA Helikopter berangkat dari Desa Napu menuju Poso. Sekitar pukul 17.55 WITA Helikopter yang berpenumpang 13 orang, jatuh di atas perkebunan Kel. Kasiguncu, Kec. Poso Pesisir.

Korban berjumlah 13 orang. Mereka adalah tujuh penumpang dan enam kru. Perinciannya adalah sebagai berikut: Danrem 132 Tadulako Kol Inf. Syaiful Anwar, Pejabat Badan Intelijen Negara (BIN) Kol Inf. Ontang, Pejabat Bais Kol Inf. Herry, Dandenpom Palu Letkol CPM Teddy, Kapenrem 132 Tadulako Mayor Faqih, Dokter Korem Kapten Yanto, Prada Kiki (ajudan Danrem).

Kru pesawat adalah kapten CPN Agung (pilot), Lettu CPN Wiradi (copilot) Letda CPN Tito (copilot), Sertu Bagus (mekanik) Serda Karmin (mekanik) dan Pratu Bangkit (avionic).

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantio mengatakan bahwa semua jenazah anggota TNI yang gugur akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Kepada wartawan di RSU Bhayangkara Palu, Senin, Panglima mengatakan bahwa sebelum pemakaman, seluruh jenazah akan diidentifikasi dulu di RSU Bhayangkara Palu.

“Selesai diidentifikasi di sini, semua jenazah akan dibawa lagi ke RSU Polri Kramat Jati untuk identifikasi lebih mendalam,” ujar Panglima usai meninjau proses identifikasi jenazah di RSU Bhayangkara.

Panglima yang didampingi Gubernur Sulteng Longki Djanggola dan Kapolda Sulteng serta sejumlah pejabat teras Mabes TNI dan BIN tidak memerinci kondisi jenazah, namun mengemukakan bahwa semua jenazah akan diidentifikasi lagi di RS Polri Kramat Jati Jakarta.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh jenazah yang berjumlah 13 orang sudah ditemukan dan sedang diidentifikasi di RSU Bhayangkara Palu.

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home