Loading...
SAINS
Penulis: Francisca Christy Rosana 09:32 WIB | Kamis, 27 November 2014

Ilmuwan: Vaksin Ebola 'Menjanjikan'

Vaksin ebola mulai diuji ke manusia. (Foto: Dok satuharapan.com/joss.today)

BETHESDA, SATUHARAPAN.COM – Percobaan pemberian vaksin ebola kepada manusia telah membuahkan hasil. Para ilmuwan mengatakan vaksin tersebut ternyata aman dan dapat membantu sistem kekebalan tubuh untuk memerangi virus.

Dalam sebuah penelitian di Amerika Serikat, sebanyak dua puluh relawan diimunisasi dengan vaksin ebola. Para peneliti di National Institutes of Health (NIH) yang melakukan riset itu menyatakan hasilnya "menjanjikan".

Penelitian tersebut telah diterbitkan dalam New England Journal of Medicine (NEJM). Tak satu pun dari mereka yang telah diberi vaksin ebola mengalami efek samping.

Dilansir dari BBC pada Rabu (26/11), dr Anthony Fauci dari NIH mengatakan, untuk keamanan dan kemampuan respons imun yang tepat dapat disimpulkan bahwa hasilnya sukses tanpa pengecualian.

Para relawan sebelumnya telah dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang menerima dosis rendah dan kelompok yang menerima dosis tinggi. Hasilnya, respons antibodi lebih kuat untuk kelompok yang menerima dosis tinggi.

Vaksin ini menggunakan virus simpanse yang telah direkayasa secara genetik.

Fauci mengatakan penemuan ini akan menjadi babak besar di Afrika Barat jika vaksin benar-benar teruji aman saat digunakan kedua dan ketiga kali.

Dia menambahkan, "Jika wabah masih menyerang dalam enam bulan dan vaksin terus diberikan di titik-titik yang efektif, tentu akan berdampak sangat positif pada epidemi saat ini."

Namun sebenarnya tujuan jangka panjang pemberian vaksin ini adalah melakukan pencegaham terhadap wabah yang diperkirakan terjadi di masa depan.

“Jika vaksin tidak bekerja, tidak jelas berapa lama penuntasan wabah akan berlangsung,” kata dia.

Saat ini, vaksin eksperimental sedang diproduksi oleh perusahaan obat terbesar di Inggris, GlaxoSmithKline (GSK).

Perusahaan itu menyatakan dapat memproduksi satu juta dus per bulan sampai akhir 2015 nanti.

Namun, produksi vaksin ini tentunya akan membutuhkan dana yang besar. (bbc.com)

 

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home