Google+
Loading...
FLORA & FAUNA
Penulis: Dewasasri M Wardani 12:58 WIB | Jumat, 08 September 2017

Kacang Polong, Pengontrol Gula Darah

Kacang polong atau ercis. (Pisum sativum, L.). (Foto: images.indianaexpress.com)

SATUHARAPAN.COM – Kacang polong, atau ercis, merupakan salah satu komponen polong-polongan yang banyak dijumpai di berbagai kuliner seperti nasi goreng, aneka sup, tumisan, fuyunghai, dan beberapa merek camilan.

Ercis memiliki warna hijau dengan ukuran biji yang lebih besar jika dibandingkan dengan kacang hijau. Ercis berkerabat dekat dengan kacang kapri. Bahkan banyak yang beranggapan kacang polong dan kapri menunjuk pada jenis kacang yang sama. Biji ercis kaya karbohidrat serta protein, dan cepat membuat kenyang ketika dimakan.

Masakan di Indonesia  yang menggunakan ercis kebanyakan merupakan makanan dengan pengaruh Eropa dan Tiongkok. Sup ercis, atau erwtensoep dalam bahasa Belanda, merupakan sup yang memberikan sentuhan tempo doeloe bagi kalangan senior di Indonesia.

Sejumlah salad juga menggunakan kacang ini. Bijinya yang dikeringkan sering dijadikan makanan kecil di Malaysia, Thailand, dan Taiwan. Masakan Turki, Arab, serta Eropa Selatan juga banyak menggunakan ercis.

Di Amerika Serikat, ercis adalah sumber protein nabati populer dan sering menjadi makanan sehari-hari. Kacang polong biasa dijual dalam bentuk segar (dengan polong) di pasar tradisional Eropa, namun sekarang banyak dijual dalam kemasan di pasar swalayan, baik dalam kaleng (dengan pemanasan), dikeringkan, maupun dibekukan. Pembekuan dianggap lebih baik karena mempertahankan kandungan gizi di dalam biji ercis.

Departemen Ilmu Gizi Universitas Toronto, Kanada, telah menguji efek protein kacang polong pada asupan makanan, kadar glukosa, dan nafsu makan pada pria muda yang sehat. Penambahan protein kacang polong, disebutkan tidak mengubah asupan makanan atau nafsu makan, dan kadar glukosa darah subjek tetap lebih rendah dari biasanya.

Hal itu menunjukkan protein kacang polong dapat dianggap sebagai bahan bernilai tambah. Bila ditambahkan ke makanan lain, justru dapat memperbaiki kontrol glikemik.

Tim peneliti dari Food Science and Human Nutrition Department, Universitas Florida, AS, dan Departemen Ilmu Pangan dan Bioproduk Universitas Saskatchewan, Saskatoon, Kanada, juga mengkaji manfaat kesehatan kacang polong,  terutama berasal dari konsentrasi dan sifat pati, protein, serat, vitamin, mineral, dan fitokimia pada kacang polong. Serat dari lapisan biji berkontribusi terhadap fungsi pencernaan dan kesehatan. Kandungan amilosa pati kacang polong juga memiliki indeks glikemik yang lebih rendah. Protein kacang polong  juga memiliki aktivitas antioksidan.

Morfologi Kacang Polong

Kacang polong atau ercis memiliki nama ilmiah Pisum sativum, L. Di Indonesia Pisum sativum, L., dikenal dengan sebutan kacang kapri, kacang polong, atau kacang ercis. Dikutip dari pintarsains.blogspot.co.id, tanaman ini termasuk tanaman semusim yang berupa semak dan menjalar.

Secara morfologi, kacang polong memiliki batang panjang, kecil dan ramping. Tipe daunnya majemuk, menyirip dengan 2-3 anak pasang daun, berbentuk tandan yang terdiri atas 1-2 bunga, kelopak berwarna hijau, terdiri atas 5 daun kelopak. Daun mahkota berjumlah 5, berwarna putih, cokelat, atau merah muda. Benang sari berjumlah sepuluh yang terbagi menjadi 2 berkas. Bakal buah terdiri atas 4-15 bakal biji.

Kacang polong, menurut Wikipedia, termasuk suku polong-polongan atau Fabaceae. Tumbuhan yang berasal dari Asia Kecil ini masih sejenis dengan kapri, dan sering kali dicampuradukkan penamaannya.

Berbeda dengan kapri, ercis atau kacang polong hanya dimakan bijinya dan hampir tidak pernah dimakan dengan polongnya seperti kapri. Sejak ribuan tahun lalu, ercis telah dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Namun, sekarang penggunaannya lebih banyak sebagai sayuran atau pakan.

Penemuan arkeologis paling awal dari kacang polong berasal dari era neolitikum akhir Yunani, Suriah, Turki dan Yordania. Di Mesir, penemuan awal berasal  di daerah Delta Nil. Kacang itu juga hadir di Georgia pada abad ke-5 SM.

Di zaman modern, kacang polong biasanya direbus atau dikukus, dengan memecah dinding sel dan membuat rasa lebih manis dan nutrisi lebih banyak tersedia secara hayati. Kacang segar sering dimakan dengan direbus dan dibumbui dengan mentega atau spearmint sebagai lauk sayur. Biasa juga ditambahkan garam dan merica saat menyajikan.

Kacang polong segar juga digunakan dalam pai pot, salad, dan casserole. Di India, kacang polong segar digunakan di berbagai hidangan seperti aloo matar (kentang kari dengan kacang polong) atau paneer matar (keju paneer dengan kacang polong). 

Di Jepang, Tiongkok, Taiwan dan beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Thailand, Filipina, dan Malaysia, kacang polong dipanggang dan diasinkan, dan dimakan sebagai makanan ringan. Di Inggris, kacang polong kering kuning digunakan untuk membuat puding pease (atau "bubur pease"), sajian tradisional. Di Amerika Utara, hidangan tradisional yang sama adalah sup kacang polong split.

Sup kacang polong  dimakan di banyak belahan dunia lain, termasuk Eropa utara, sebagian Eropa tengah, Rusia, Iran, Irak dan India. Di Yunani, Tunisia, Turki, Siprus, dan bagian lain dari Mediterania, kacang polong dimasak dengan cara direbus dengan domba dan kentang.

Di Hungaria dan Serbia, sup kacang polong sering disajikan dengan pangsit dan dibumbui dengan paprika panas. Di Inggris, kacang polong kering, rehidrasi dan tumbuk, diasapi, dikenal masyarakat sebagai kacang polong lembek. Ini sangat populer, awalnya di utara Inggris, tapi sekarang ada di mana-mana, dan terutama sebagai iringan ikan dan keripik atau pai daging, terutama di toko ikan dan keripik.

Manfaat Herbal Kacang Polong

Kacang polong, dikutip dari theworldwidevegetables.weebly.com, mengandung sejumlah besar polifenol pelindung kesehatan yang disebut coumestrol. Sebuah studi di Mexico City menetapkan, Anda hanya membutuhkan 2 miligram per hari fitonutrien ini untuk mencegah kanker perut, dan secangkir kacang polong memiliki paling sedikit 10 miligram fitronutrien.

Menurut Dr Draxe, dokter ahli nutrisi chiropractic, yang dikutip dari draxe.com, protein kacang polong dapat menguatkan otot dan meningkatkan kesehatan jantung.

Kacang polong yang dibuat bubuk  dalam bentuk smoothies, menjadi pilihan konsumsi bagi atlet. Bubuk kacang polong dapat dikonsumsi cepat sekitar 30 menit setelah berolahraga, sehingga tubuh dapat menyerap asam amino lebih cepat. Smoothies menambah asupan protein dengan waktu persiapan minimal.

Para ahli memperkirakan, kacang polong, akan banyak menjadi pilihan untuk dikonsumsi, selain protein gandum, beras merah dan kedelai.  Selain itu, protein nabati adalah salah satu bubuk yang paling hypoallergenic, yang tidak mengandung gluten atau susu, dan tidak menyebabkan menyebabkan kembung.

Studi di Kanada yang membuktikan protein kacang polong  dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Ini dimaksudkan untuk mengetahui efek protein kacang polong pada penyakit ginjal kronis (CKD). Bagi pasien yang sudah terdiagnosis ginjal kronis, kemampuan protein kacang polong untuk mengatur tingkat tekanan darah memiliki manfaat yang signifikan, karena banyak kematian terkait CKD disebabkan oleh komplikasi kardiovaskular, karena CKD dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah.

Tim peneliti dari Mahidol University International College, Kampus Salaya, Nakhon Pathom Pea, Bangkok Thailand juga meneliti aktivitas antikanker pada kacang polong. Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa kacang polong dapat dieksplorasi lebih jauh untuk pengembangan pengobatan antikanker. Karena telah terbukti kandungan kacang polong memiliki antibakteri, antidiabetes, antijamur, antiinflamasi,  antihipercholesterolemia, dan aktivitas antioksidan, dan juga menunjukkan sifat antikanker.

 

 

Editor : Sotyati

Back to Home