Google+
Loading...
EKONOMI
Penulis: Melki Pangaribuan 20:00 WIB | Jumat, 17 Februari 2017

Kemendag Cukup Berat Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 6,1%

Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan, Karyanto Suprih. (Foto: Melki Pangaribuan)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Kementerian Perdagangan mengaku cukup berat apabila mengejar target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan pemerintah sebesar 6,1 persen pada 2018.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan, Karyanto Suprih, mengatakan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta staf dan seluruh jajaran Kementerian Perdagangan baik di dalam dan luar negeri untuk kembali merefleksikan diri atau reorientasi menghadapi tugas-tugas tersebut.

“Sebagaimana diketahui target 2018 itu pertumbuhan ekonomi 6,1 persen. Kalau kita masih berpegang pada pertumbuhan 2017 (yang sebesar) 5,1 persen sangat enggak mungkin loncatannya, sehingga yang paling rasional adalah 5,6 sampai sekian persen,” kata Karyanto Suprih dalam konferensi pers di kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, hari Jumat (17/2).

“Itu cukup berat sehingga Pak Menteri (Perdagangan) mengarahkan peranan apa tadi perdagangan untuk bisa mendorong, berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang digariskan oleh pemerintah,” dia menambahkan.

Baca juga: Presiden Ingin Pertumbuhan Ekonomi RI 2018 Di Atas 6%

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan adanya pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen pada tahun anggaran 2018. Demikian halnya dengan peningkatan di bidang investasi yang diharapkan tumbuh di atas 10 persen.

"Kita inginkan nanti ada pertumbuhan di atas 6 (persen), tentu saja untuk mencapai itu tidak mudah saya kira yang paling penting, investasi harus tumbuh di atas 10 persen,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pengantar pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, hari Selasa (2/11/2016).

Kemudian juga untuk sektor penopang yang lainnya, Presiden mengharapkan pertumbuhan di sektor konsumsi bisa tumbuh di atas 5 persen, ekspor yang diharapkan bisa tumbuh di atas 4 persen, dan impor yang tumbuh paling tidak 2-3 persen.

"Tapi nanti tolong nanti angka-angkanya kalau ini perlu masih ada ruang untuk ditingkatkan kalau bisa dikoreksi," kata Presiden.

 

Back to Home