Google+
Loading...
EKONOMI
Penulis: Putu Ayu Bertyna Lova 15:45 WIB | Kamis, 01 Agustus 2013

Kemendag Tetapkan Harga Pokok Ekspor Biji Kakao dan Kayu

Kemendag Tetapkan Harga Pokok Ekspor Biji Kakao dan Kayu
buah kakao dan biji (dok: dishutbun Banten & Kemenperin)
Kemendag Tetapkan Harga Pokok Ekspor Biji Kakao dan Kayu
contoh kayu gergajian (dok: bahan-bahan bangunan)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag) menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar untuk periode 1 Agustus – 31 Agustus 2013. Penetapan HET ini melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 34/M-DAG/PER/7/2013 yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Bachrul Chairi atas nama Menteri Perdagangan.

Produk-produk tersebut adalah komoditi Kelapa Sawit, Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya, komoditi Kayu dan Kulit, serta komoditi Biji Kakao. Saat ini akan dibahas mengenai HPE untuk Biji Kakao dan HPE Kayu.

Tarif Bea Keluar untuk komoditi Biji Kakao berpedoman pada harga referensi yang didasarkan pada harga rata-rata Biji Kakao CIF New York Board of Trade (NYBOT) New York, satu bulan sebelum penetapan HPE. Maka harga referensi yang digunakan untuk Biji Kakao sebesar US$ 2.209,93 per MT. Maka HPE Biji Kakao ditetapkan US$ 1.930 per Metrik Ton.

Sedangkan untuk kayu, HPE yang ditetapkan sebagai berikut, Venner, yaitu lembaran kayu tipis yang diperoleh dnegan cara mengupas atau menyayat kayu bundar atau kayu gergajian dengan ketebalan tidak lebih dari enam milimeter (mm), dari Hutan Alam seharga US$ 550 per meter kubik, dari Hutan Tanaman seharga US$ 250 per meter kubik. Wooden Sheet for Packaging Box, venner kering kayu sengon yang telah dihaluskan pada kedua sisi lebar dengan ukuran tebal tidak lebih dari lima mm, lebar tidak lebih dari 300mm, panjang tidak lebih dari 1.250mm, yang digunakan untuk pembuatan kemasan, seharga US$ 350 per meter kubik. Untuk Serpihan Kayu, dalam bentuk keping atau pecahan (woods in chips or particle) seharga US$ 40 per ton. Kepingan Kayu (chipwood) seharga US$ 40 per ton.

Kayu Olahan, yaitu kayu gergajian yang telah dikeringkan dan diratakan keempat sisinya sehingga permukaannya menjadi rata dan halus dengan luas penampang 1.000-4.000 meter persegi, dari jenis Meranti seharga US$ 500 per meterkubik. Merbau seharga US$ 850 per meterkubik. Rimba Campuran seharga US$ 300 per meterkubik. Eboni seharga US$ 2.000 per meterkubik. Jati seharga US$ 1.000 per meterkubik. Pinus dan Gmelina seharga US$ 400 per meterkubik. Acasia seharga US$ 250 per meterkubik. Sengon seharga US$ 200 per meterkubik. Karet seharga US$ 250 per meterkubik. Balsa, Eucaliptus, dll seharga US$ 150 per meterkubik. Sungkai seharga US$ 350 per meterkubik. Khusus untuk kayu Merbau  yang telah dikeringkan dan diratakan keempat sisinya sehingga permukaannya menjadi rata dan halus dengan luas penampang 4.000-10.000 meter persegi seharga US$ 950 per meterkubik.

 

Editor : Yan Chrisna

Pesan Paskah PGI 2014
Vocare: ”Mari Saya Antar!”

Vocare: ”Mari Saya Antar!”

SATUHARAPAN.COM – Pelecehan seksual baru-baru ini di sebuah sekolah internasional, yang mengej...

Pertunjukan Wayang Kulit

Pertunjukan Wayang Kulit

SATUHARAPAN.COM – Kadang saya memainkan pertunjukan wayang kulit.  Saat gamelan mulai tal...

Kartini yang Membarui Dunia

Kartini yang Membarui Dunia

SATUHARAPAN.COM – Umumnya Kartini identik dengan perempuan, kebaya, sanggul, dan ayu. Selain i...

Kaca Pecah

Kaca Pecah

SATUHARAPAN.COM – Mendengar berita tentang pelecehan seksual pada anak-anak sekitar 6 tahun pa...